Rupiah ditutup terkoreksi ke Rp12.240/USD
Senin, 03 Februari 2014 - 16:28 WIB
Rupiah ditutup terkoreksi ke Rp12.240/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup terkoreksi seiring anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp12.240 per USD atau merosot 27 poin dibanding Kamis (30/1/2014) di level Rp12.213 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp243 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat di level Rp12.211 per USD dan terlemah di level Rp12.253 per USD.
Data yahoofinance juga mencatat mata uang domestik melemah 30 poin menjadi ke level Rp12.240 per USD. Sedangkan posisi pada Kamis pekan lalu berada di level Rp12.210 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp12.251 per USD atau terkoreksi 25 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.226 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi data makro ekonomi Indonesia, yakni inflasi Januari yang mencapai 1,07 persen karena dampak banjir yang menahan menurunnya harga-harga kebutuhan. Meski begitu, neraca perdagangan Desember berhasil surplus mencapai USD1,52 miliar.
"Namun, tekanan atas rupiah masih tetap tinggi di tengah naiknya dominasi dolar atas mata uang dunia," kata dia, Senin (3/2/2014).
Sementara IHSG sore ini ditutup merosot 32,50 poin atau 0,74 persen ke level 4.386,26 karena ditekan aksi jual asing. Tercatat sebanyak 135 saham naik, 157 saham melemah dan 95 saham stagnan.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,73 triliun dengan 3,75 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp419,86 miliar.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp12.240 per USD atau merosot 27 poin dibanding Kamis (30/1/2014) di level Rp12.213 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp243 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat di level Rp12.211 per USD dan terlemah di level Rp12.253 per USD.
Data yahoofinance juga mencatat mata uang domestik melemah 30 poin menjadi ke level Rp12.240 per USD. Sedangkan posisi pada Kamis pekan lalu berada di level Rp12.210 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp12.251 per USD atau terkoreksi 25 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.226 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi data makro ekonomi Indonesia, yakni inflasi Januari yang mencapai 1,07 persen karena dampak banjir yang menahan menurunnya harga-harga kebutuhan. Meski begitu, neraca perdagangan Desember berhasil surplus mencapai USD1,52 miliar.
"Namun, tekanan atas rupiah masih tetap tinggi di tengah naiknya dominasi dolar atas mata uang dunia," kata dia, Senin (3/2/2014).
Sementara IHSG sore ini ditutup merosot 32,50 poin atau 0,74 persen ke level 4.386,26 karena ditekan aksi jual asing. Tercatat sebanyak 135 saham naik, 157 saham melemah dan 95 saham stagnan.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,73 triliun dengan 3,75 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp419,86 miliar.
(rna)