Telur dan cabai dongkrak inflasi Jateng 0,75%

Senin, 03 Februari 2014 - 18:57 WIB
Telur dan cabai dongkrak...
Telur dan cabai dongkrak inflasi Jateng 0,75%
A A A
Sindonews.com – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok seperti beras, telur ayam ras dan cabai merah mendongrak inflasi di Jawa Tengah selama bulan Januari 2014 sebesar 1,00 persen, naik 0,75 persen dibandingkan bulan Desember 2013 yang hanya 0,25 persen.

Kepala statistik distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Jamjam Zamachyari menyatakan, selain naiknya harga sejumlah kebutuhan bahan pokok, inflasi yang terjadi di Jawa Tengah juga di dorong oleh naiknya upah tukang bukan mandor, dan bahan bakar rumah tangga.

“Telur ayam ras dan cabai merah memberikan sumbangan masing–masing 0,8 persen bagi inflasi di Jateng, kemudian upah tukang bukan mandor yang menyumbang 0,13 persen, kenaikan bahan bakar rumah tangga menyumbang 0,11 persen dan kenaikan harga beras menyumbang 0,09 persen terhadap inflasi,” kata Jamjam, Senin (3/2/2014).

Jamjam menyebutkan, dari enam kota besar di Jawa Tengah, inflasi paling besar di Kabupaten Kudus yang mencapai 1,67 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 116,25, kemudian disusul oleh Kota Surakarta sebesar 1,22 persen dengan IHK sebesar 109,50.

Kota lain yang juga mengalami inflasi adalah Kota Semarang, sebesar 0,90 persen, Purwokerto, 0,82 persen, Cilacap, 0,79 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tegal sebesar 0,75 persen dengan IHK sebesar 107,62.

Jamjam menilai, kenaikan harga sejumlah komoditi di Jawa Tengah tidak terlepas dari bencana banjir terjadi di sejumlah wilayah, terutama jalur pantura. Banjir mengakibatkan distribusi barang terhambat.

Namun demikian, kata Dia, inflasi di Jateng masih relatif terkendali, dibandingkan provinsi lain, seperti Surabaya, yang mengalami inflasi mencapai 1,18 persen kemudian Bandung 1,09 persen DKI Jakarta 1,25 persen dan Yogyakarta sebesar 1,05.

Sementara itu, BPS mencatat ada beberapa komoditi yang mampu menekan laju inflasi di antaranya bawang merah, gula pasir, angkutan udara, bawang putih dan bayam.

Kenaikan harga sejumlah komoditi ini memang sudah terjadi sejak pertengahan bulan Januari lalu. Beras misalnya, yang semulanya Rp8.500 per kilogram menjadi Rp9.500 per kilogram. Sementara harga telur kini mencapai Rp19.500 per kilogram, bawang merah Rp20.000 per kilogram, bawang putih 17.000 per kilogram, cabai Rp30.000 per kilogram.

“Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak dua minggu terakhir ini, karena mungkin cuaca buruk dan tahun baru Imlek,” kata Junaidi salah satu pedagang di Pasar Rasamala Banyumanik.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
29 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
53 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
59 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved