Toyota cetak rekor laba tertinggi dalam 9 bulan
Selasa, 04 Februari 2014 - 15:41 WIB
Toyota cetak rekor laba tertinggi dalam 9 bulan
A
A
A
Sindonews.com - Toyota melaporkan berada di jalur rekor keuntungan tahunan terbesar dalam 9 bulan, dengan laba bersih lebih dari dua kali lipat mencapai USD15 miliar, berkat penurunan mata uang yen dan melonjaknya penjualan di luar negeri.
Hasil ini menggarisbawahi pemulihan tidak hanya untuk produsen mobil terbesar di dunia (Toyota), tetapi juga raksasa otomotif Jepang lainnya, termasuk Nissan dan Honda. Ketiganya tampil sebagai pemenang sepanjang tahun lalu, berkat keuntungan yang dipulangkan lebih besar, serta peningkatan permintaan pasar di luar negeri terutama Amerika Serikat dan China.
Penjualan di China jatuh pada akhir 2012, akibat pertikaian diplomatik antara Tokyo-Beijing, memicu boikot merek Jepang di salah satu pasar kendaraan global terbesar tersebut. Walau hubungan masih tegang, namun pabrikan Jepang melaporkan penjualan kembali pulih.
Dilansir dari AFP, Selasa (4/2/2014), Toyota mencatat raihan laba bersih 15,2 triliun yen (USD15 miliar) antara April-Desember 2013, dengan penjualan 19,12 triliun yen, didorong lompatan pendapatan lima kali lipat di kuartal ketiga. Hal ini juga mendorong tahun fiskal hingga Maret 2014 diperkirakan mencapai rekor 1,90 triliun yen.
Produsen mobil tersebut telah meningkatkan usahanya dengan memanfaatkan pasar negara berkembang, di tengah permintaan utama AS kembali bangkit, sehingga membantu perusahaan membukukan peningkatan keuntungan.
"Selain dampak positif dari pelemahan yen, pendapatan operasional kami meningkat karena upaya pemasaran, seperti penjualan kendaraan meningkat dan kegiatan pengurangan biaya (operasional)," kata Managing Officer Toyota, Takuo Sasaki.
Bulan lalu, Toyota tampil sebagai produsen mobil terbesar di dunia pada tahun kalender 2013 dengan penjualan mencapai 9.980.000 kendaraan, melampaui Volkswagen (Jerman) dan General Motors (GM). Mereka mengharapkan tahun ini kembali menjadi yang terbesar dengan mencetak penjualan 10 juta kendaraan.
Hasil ini menggarisbawahi pemulihan tidak hanya untuk produsen mobil terbesar di dunia (Toyota), tetapi juga raksasa otomotif Jepang lainnya, termasuk Nissan dan Honda. Ketiganya tampil sebagai pemenang sepanjang tahun lalu, berkat keuntungan yang dipulangkan lebih besar, serta peningkatan permintaan pasar di luar negeri terutama Amerika Serikat dan China.
Penjualan di China jatuh pada akhir 2012, akibat pertikaian diplomatik antara Tokyo-Beijing, memicu boikot merek Jepang di salah satu pasar kendaraan global terbesar tersebut. Walau hubungan masih tegang, namun pabrikan Jepang melaporkan penjualan kembali pulih.
Dilansir dari AFP, Selasa (4/2/2014), Toyota mencatat raihan laba bersih 15,2 triliun yen (USD15 miliar) antara April-Desember 2013, dengan penjualan 19,12 triliun yen, didorong lompatan pendapatan lima kali lipat di kuartal ketiga. Hal ini juga mendorong tahun fiskal hingga Maret 2014 diperkirakan mencapai rekor 1,90 triliun yen.
Produsen mobil tersebut telah meningkatkan usahanya dengan memanfaatkan pasar negara berkembang, di tengah permintaan utama AS kembali bangkit, sehingga membantu perusahaan membukukan peningkatan keuntungan.
"Selain dampak positif dari pelemahan yen, pendapatan operasional kami meningkat karena upaya pemasaran, seperti penjualan kendaraan meningkat dan kegiatan pengurangan biaya (operasional)," kata Managing Officer Toyota, Takuo Sasaki.
Bulan lalu, Toyota tampil sebagai produsen mobil terbesar di dunia pada tahun kalender 2013 dengan penjualan mencapai 9.980.000 kendaraan, melampaui Volkswagen (Jerman) dan General Motors (GM). Mereka mengharapkan tahun ini kembali menjadi yang terbesar dengan mencetak penjualan 10 juta kendaraan.
(dmd)
Lihat Juga :