Pertamina dinilai tak punya arah bisnis

Kamis, 06 Februari 2014 - 19:19 WIB
Pertamina dinilai tak...
Pertamina dinilai tak punya arah bisnis
A A A
Sindonews.com - Rencana PT Pertamina (Persero) mengakuisisi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus menuai polemik.

Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia, Iwa Garniwa menilai, jika melihat rencana itu, Pertamina seperti hendak membabi buta dan tidak jelas arah kebijakannya.

"Saya melihat Pertamina itu kesannya membabi buta, semua mau diambil, padahal core bisnis dia kan minyak," kata dia saat dihubungi, Kamis (6/2/2014).

Menurutnya, akan lebih baik, perusahaan negara seperti PTBA dan Pertamina fokus pada core bisnis masing-masing. Karena masih banyak yang harus dilakukan Pertamina, seperti meningkatkan lifting, mencari ladang minyak baru.

"Ladang lama eksploitasi lagi. Menurut saya dengan teknologi sekarang ini mendapatkan ladang baru sudah tidak susah lagi," ujarnya.

Dia mengatakan, jangan ada kesan setelah mainan lama dalam hal ini minyak mau habis, kemudian mengincar mainan lain, yakni batu bara. "Akan lebih baik dieksplorasi ladang minyak lama. Apalagi perusahaan pelat merah dikhususkan untuk agen pembangunan, bukan demi Pertamina, demi PLN atau demi BUMN lainnya. Ini demi energi yang lebih efisien," jelasnya.

Rencana akuisisi PT BA ini dinilai terkesan bukan kepentingan yang lebih besar tapi kepentingan person, kelompok tertentu. "Ini juga terjadi karena masalah aturan yang memang terkesan liberal khusus di sektor migas," imbuhnya.

Terkait akuisisi itu, Iwa juga menilai sebagai hal yang aneh karena tidak menyelesaikan persoalan utamanya. Persoalan utama saat ini adalah Indonesia sangat bergantung pada impor minyak dan BBM yang menguras devisa negara dan membebani APBN.

Hal ini terjadi karena lifting minyak terus menurun dan tidak ada pembangunan kilang yang memproduksi BBM sejak 1994. "Pertamina harusnya kan fokus ke situ," katanya.

Pada akhirnya, lanjut Iwa, melihat persoalan itu bukannya UU dan atau peraturannya yang di review atau diperbaiki, malah diotak atik korporatnya.

"Kalau akuisisi ini dilaksanakan, ya makin tidak efisien karena organisasinya terlalu besar dan akar permasalahannya tidak diselesaikan, akhirnya akan dipaksakan dan menabrak UU," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
33 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
48 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved