Rupiah terapresiasi ke Rp12.161/USD
Jum'at, 07 Februari 2014 - 16:42 WIB
Rupiah terapresiasi ke Rp12.161/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan ini ditutup kembali menguat seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menutup akhir perdagangan ini dengan positif.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir pada level Rp12.161 per USD. Posisi ini terapresiasi 33 poin dibanding hari Kamis (6/2/2014) di level Rp12.194 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.173 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp12.148 per USD dan terlemah di level Rp12.245 per USD.
Data yahoofinance mencatat mata uang domestik sore hari ini juga di level Rp12.161 per USD, dengan kisaran harian Rp12.147-12.193 per USD. Posisi ini menguat 33 poin dibanding hari kemarin di level Rp12.194 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di level Rp12.171 per USD. Posisi ini lebih baik 20 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.191 per USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp12.176 per USD atau melemah 17 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.159 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, relinya penguatan rupiah hari ini didukung membaiknya fundamental Indonesia, yang tercermin pada rilis data ekonomi beberapa hari lalu.
"IHSG yang positif juga berdampak pada pergerakan rupiah hari ini di tengah sentimen global menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat malam nanti," kata dia, Jumat (7/2/2014).
Adapun IHSG mengakhir pekan ini kembali di zona hijau. IHSG menguat 41,96 poin atau 0,95 persen ke level 4.466,67. Penguatan ini seiring dengan Bursa Asia.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,53 triliun dengan 4,35 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp545,74 miliar. Tercatat 202 saham naik, 101 saham melemah dan 95 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir pada level Rp12.161 per USD. Posisi ini terapresiasi 33 poin dibanding hari Kamis (6/2/2014) di level Rp12.194 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.173 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp12.148 per USD dan terlemah di level Rp12.245 per USD.
Data yahoofinance mencatat mata uang domestik sore hari ini juga di level Rp12.161 per USD, dengan kisaran harian Rp12.147-12.193 per USD. Posisi ini menguat 33 poin dibanding hari kemarin di level Rp12.194 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di level Rp12.171 per USD. Posisi ini lebih baik 20 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.191 per USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp12.176 per USD atau melemah 17 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.159 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, relinya penguatan rupiah hari ini didukung membaiknya fundamental Indonesia, yang tercermin pada rilis data ekonomi beberapa hari lalu.
"IHSG yang positif juga berdampak pada pergerakan rupiah hari ini di tengah sentimen global menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat malam nanti," kata dia, Jumat (7/2/2014).
Adapun IHSG mengakhir pekan ini kembali di zona hijau. IHSG menguat 41,96 poin atau 0,95 persen ke level 4.466,67. Penguatan ini seiring dengan Bursa Asia.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,53 triliun dengan 4,35 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp545,74 miliar. Tercatat 202 saham naik, 101 saham melemah dan 95 saham stagnan.
(rna)