BTN bukukan laba bersih 2013 naik 14,5%
Senin, 10 Februari 2014 - 17:13 WIB
BTN bukukan laba bersih 2013 naik 14,5%
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil meningkatkan laba bersih sepanjang tahun 2013 sebesar 14,5 persen menjadi Rp1,56 triliun dari Rp1,36 triliun pada tahun sebelumnya.
Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar Rp5,63 triliun. Sementara untuk pendapatan operasional sebesar Rp2,13 triliun.
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, perseroan juga berhasil mencatatkan aset per 31 Desember sebesar Rp131,17 triliun.
“Angka tersebut naik 17,38 persen dari 2012 sebesar Rp111,7 triliun,” kata Maryono saat paparan kinerja kuartal IV/2013 di Jakarta, Senin (10/2/2014).
Dia mengungkapkan, kredit dan pembiayaan yang disalurkan BTN juga mengalami pertumbuhan. Tahun 2013, kredit dan pembiayaan sebesar Rp100,46 triliun atau naik 23,41 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp81,41 triliun.
Dia memproyeksikan, untuk penyaluran kredit dan pembiayaan perseroan pada tahun ini dapat tumbuh 17-18 persen atau sekitar Rp109,4 triliun.
Menurut dia, untuk memaksimalkan sumber kredit tersebut, BTN akan memaksimalkan sumber dana jangka panjang seperti obligasi dan sekuritisasi.
Maryono menambahkan, perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp4 triliun pada tahun ini. Penerbitan obligasi tersebut dilakukan untuk memperkuat permodalan perseroan salah satunya untuk pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR).
Namun, dia berujar, pihaknya akan melihat kondisi pasar terlebih dahulu untuk menentukan jenis obligasi dan waktu penerbitan. “Kami lihat dulu nanti semester I atau semester II tahun ini, “kata Maryono.
Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar Rp5,63 triliun. Sementara untuk pendapatan operasional sebesar Rp2,13 triliun.
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, perseroan juga berhasil mencatatkan aset per 31 Desember sebesar Rp131,17 triliun.
“Angka tersebut naik 17,38 persen dari 2012 sebesar Rp111,7 triliun,” kata Maryono saat paparan kinerja kuartal IV/2013 di Jakarta, Senin (10/2/2014).
Dia mengungkapkan, kredit dan pembiayaan yang disalurkan BTN juga mengalami pertumbuhan. Tahun 2013, kredit dan pembiayaan sebesar Rp100,46 triliun atau naik 23,41 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp81,41 triliun.
Dia memproyeksikan, untuk penyaluran kredit dan pembiayaan perseroan pada tahun ini dapat tumbuh 17-18 persen atau sekitar Rp109,4 triliun.
Menurut dia, untuk memaksimalkan sumber kredit tersebut, BTN akan memaksimalkan sumber dana jangka panjang seperti obligasi dan sekuritisasi.
Maryono menambahkan, perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp4 triliun pada tahun ini. Penerbitan obligasi tersebut dilakukan untuk memperkuat permodalan perseroan salah satunya untuk pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR).
Namun, dia berujar, pihaknya akan melihat kondisi pasar terlebih dahulu untuk menentukan jenis obligasi dan waktu penerbitan. “Kami lihat dulu nanti semester I atau semester II tahun ini, “kata Maryono.
(rna)
Lihat Juga :