Kadin jajaki peluang bisnis dengan Iran
Selasa, 11 Februari 2014 - 11:53 WIB
Kadin jajaki peluang bisnis dengan Iran
A
A
A
Sindonews.com - Dicabutnya sanksi embargo terhadap Iran pada November 2013 telah memberi peluang bisnis yang cukup prospektif bagi pelaku usaha termasuk bagi Indonesia.
Momentum ini langsung direspon Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dengan menggelar pertemuan usaha dengan Kadin Iran yang dihadiri oleh sekitar 50 pengusaha asal Iran.
Kadin berharap, pertemuan kali ini dapat menghasilkan sebuah kesamaan pandangan dari kedua belah pihak dalam rangka perluasan kerja sama usaha di masa depan.
Dalam keterangannya disebutkan bahwa Kadin akan mendorong langkah kerja sama terutama di sektor hilir, mengingat perbaikan sektor hilir sangat penting untuk meningkatkan nilai produk Indonesia dan akan memastikan pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi generasi di masa depan.
Dapat dilihat dari beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menjadi sorotan investor dan pedagang asing. Pasalnya, Indonesia merupakan produsen utama gas alam, minyak sawit, karet, mineral, batu bara, kertas dan berbagai produk manufaktur.
Sementara 50 pengusaha Iran tersebut bergerak di bidang minyak dan gas, pengapalan (shipping), transportasi, karpet Persia, bahan kimia cair, (petrochemical), perbankan, produksi semen, penerbangan (aviation) dan pengemasan (packaging).
Selain itu, konstruksti dan material bangunan, peralatan rumah (home appliances), tur dan travel, farmasi (pharmaceutical), permodalan usaha (venture capital), jasa engineering, peralatan mobil (automotive parts) dan tekstil.
Momentum ini langsung direspon Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dengan menggelar pertemuan usaha dengan Kadin Iran yang dihadiri oleh sekitar 50 pengusaha asal Iran.
Kadin berharap, pertemuan kali ini dapat menghasilkan sebuah kesamaan pandangan dari kedua belah pihak dalam rangka perluasan kerja sama usaha di masa depan.
Dalam keterangannya disebutkan bahwa Kadin akan mendorong langkah kerja sama terutama di sektor hilir, mengingat perbaikan sektor hilir sangat penting untuk meningkatkan nilai produk Indonesia dan akan memastikan pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi generasi di masa depan.
Dapat dilihat dari beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menjadi sorotan investor dan pedagang asing. Pasalnya, Indonesia merupakan produsen utama gas alam, minyak sawit, karet, mineral, batu bara, kertas dan berbagai produk manufaktur.
Sementara 50 pengusaha Iran tersebut bergerak di bidang minyak dan gas, pengapalan (shipping), transportasi, karpet Persia, bahan kimia cair, (petrochemical), perbankan, produksi semen, penerbangan (aviation) dan pengemasan (packaging).
Selain itu, konstruksti dan material bangunan, peralatan rumah (home appliances), tur dan travel, farmasi (pharmaceutical), permodalan usaha (venture capital), jasa engineering, peralatan mobil (automotive parts) dan tekstil.
(rna)
Lihat Juga :