Elpiji 3 kg langka dan mahal, HLKI siapkan gugatan

Rabu, 12 Februari 2014 - 20:21 WIB
Elpiji 3 kg langka dan...
Elpiji 3 kg langka dan mahal, HLKI siapkan gugatan
A A A
Sindonews.com - Langka dan mahalnya gas elpiji 3 kilogram (kg) di Jawa Barat (Jabar) disikapi serius oleh Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jabar. Berbagai langkah akan ditempuh agar segera berakhir dan tidak terulang lagi.

Pertama melaporkan Pertamina Jabar, Gubernur Jabar, Ketua DPRD Jabar, dan sejumlah kepala daerah ke Ombudsman Perwakilan Jabar. Kedua, mengadukan pihak-pihak terkait ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional, Komisi VI DPR, dan Dewan Energi Nasional. Bahkan HLKI juga akan melapor ke Ombudsman Pusat.

"Dalam menyikapi persoalan ini, kita melakukan langkah litigasi (hukum) dan non litigasi (non hukum)," kata Ketua HLKI Jabar, Firman Turmantara di Bandung, Jabar, Rabu (12/2/2014).

Langkah non hukum adalah dalam bentuk pelaporan ke sejumlah lembaga. Atas pelaporan itu, pihak terkait diharapkan akan mendapat tekanan agar persoalan segera selesai.

Untuk langkah litigasi, kata dia, HLKI berencana membawa Perpres No 104/2007 ke Mahkamah Agung (MA) untuk dilakukan judicial review. "Kita coba evaluasi apa tujuan (perpres). Perpres ini diharapkan dibatalkan," ujarnya.

Perpres itu merupakan landasan pemerintah untuk memberlakukan konversi minyak tanah ke gas elpiji. Tapi faktanya, ketersediaan elpiji beberapaa kali terjadi kelangkaan. Dalam saat bersamaan, hak konsumen pun dibatasi.

"Sekarang masyarakat tidak bisa memilih untuk energi bahan bakar ini. Apalagi sekarang ditambah elpiji langka," kata dia.

Langkah lain yang sedang disiapkan, lanjut Firman adalah class action. Itu akan ditempuh jika kondisi tidak berubah dan kembali terulang. "Kita bisa membuat gugatan massal atau citizen law suit. Atau kita melakukan legal standing karena HLKI punya hak untuk melakukan gugatan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved