Ini komoditas yang terpengaruh erupsi Gunung Kelud

Selasa, 18 Februari 2014 - 11:07 WIB
Ini komoditas yang terpengaruh...
Ini komoditas yang terpengaruh erupsi Gunung Kelud
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan, pasokan dan ketersediaan bahan pokok secara nasional maupun untuk tiga daerah terdekat dengan lokasi Genung Kelud, yaitu Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah masih dalam kondisi aman.

“Sampai saat ini, secara nasional ketersediaan bahan pangan pokok masih cukup. Yang perlu diperhatikan adalah pasokan ke depan karena sumber pasokan bahan pangan pokok, khususnya produk hortikultura yang berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur mulai berkurang,” kata Menteri Perdagangan M Lutfi dalam keterangannya, Selasa (18/2/2014).

Lutfi menjelaskan, berdasarkan pantauan Kemendag, distribusi di Jawa Timur secara umum masih lancar dan jalur, terutama setelah transportasi Malang-Kediri dan Malang-Blitar mulai Jumat (15/2) sudah dibuka kembali.

Ia menguraikan, ketersediaan bahan pangan pokok di Jawa Timur cukup, kecuali untuk komoditas hortikultura (cabe dan sayuran daun seperti kol dan kubis) pasokan di Pasar Induk Oso Wilangun turun sekitar 50 persen, pasokan normal biasanya sekitar 20 ton per hari, saat ini hanya mencapai 10 ton per hari.

Khusus untuk komoditas cabe, lanjut Mendag, beberapa daerah sentra utama hortikultura di Jawa Timur yaitu Blitar, Kediri, Malang, dan Nganjuk mengalami gagal panen akibat letusan Gunung Kelud. Kondisi ini berpotensi mengurangi pasokan ke pasar lokal, antarkota (DKI Jakarta, Banten), dan antarpulau (Ambon dan Papua).

”Untuk komoditas bawang merah, produksi bawang merah khusus untuk Nganjuk sebagai daerah sentra yang terkena abu vulkanik erupsi Gunung Kelud, diperkirakan akan mengurangi pasokan 12 persen dari produksi nasional,” ujarnya.

Adapun pasokan cabe dan bawang ke Pasar Induk Kramat Jati, menurut Mendag, masing-masing masih normal. Untuk cabe pasokan mencapai 162 ton, sedangkan pada kondisi normal 150 ton per hari. Untuk bawang merah tercatat 98 ton, sedangkan pada kondisi normal 100 ton per hari.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Soekarno Putra Sang...
Soekarno Putra Sang Fajar, Kelahirannya Disambut Letusan Gunung Kelud
4 Legenda Gunung Berapi...
4 Legenda Gunung Berapi di Tanah Jawa, dari Merapi hingga Kelud
Djojodigdo, Kisah Patih...
Djojodigdo, Kisah Patih Blitar Penakluk Amukan Gunung Kelud
Kisah Tunggul Ametung...
Kisah Tunggul Ametung Nyaris Tewas saat Letusan Dahsyat Gunung Kelud
Kisah Tunggul Ametung...
Kisah Tunggul Ametung Mengejar Brahmana yang Memicu Letusan Dahsyat Gunung Kelud
Misteri Gunung Kelud...
Misteri Gunung Kelud dan Dendam Cinta Lembu Suro yang Bertepuk Sebelah Tangan
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
26 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved