Rupiah ditutup terdepresiasi ke Rp11.848/USD
Selasa, 18 Februari 2014 - 16:41 WIB
Rupiah ditutup terdepresiasi ke Rp11.848/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup terdepresiasi di tengah kenaikan tipis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berakhir pada level Rp11.848 per USD. Posisi ini terdepresiasi 100 poin dibanding hari Senin (18/2/2014) di level Rp11.748 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.810 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp11.793 per USD dan terlemah di level Rp11.888 per USD.
Data yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.804, dengan kisaran harian Rp11.775-11.873 per USD. Posisi ini melemah 19 poin dibanding akhir perdagangan kemarin di level Rp11.785 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah perdagangan sore hari ini ditutup pada level Rp11.807 per USD. Posisi ini negatif 52 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.755 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.826 per USD atau melemah tajam 110 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.716 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, melemahnya rupiah hari ini setelah berhasil menguat selama beberapa hari dipicu aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor.
"Aksi ambil untung oleh investor di lantai bursa pada hari ini berdampak pada kembali melemahnya nilai tukar rupiah," kata dia, Selasa (18/2/2014).
Lelang surat utang negara (SUN) dengan target Rp10 triliun, yang dilakukan pemerintah hari ini belum mampu mengurangi tekanan terhadap rupiah.
Sementara IHSG sore ini ditutup berhasil bertahan di zona hijau setelah sempat bergerak di zona merah. IHSG berakhir naik tipis 0,82 poin atau 0,02 persen ke level 4.556,19.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,86 triliun dengan 5,26 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp691,07 miliar. Tercatat 149 saham naik, 174 saham melemah dan 91 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berakhir pada level Rp11.848 per USD. Posisi ini terdepresiasi 100 poin dibanding hari Senin (18/2/2014) di level Rp11.748 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.810 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp11.793 per USD dan terlemah di level Rp11.888 per USD.
Data yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.804, dengan kisaran harian Rp11.775-11.873 per USD. Posisi ini melemah 19 poin dibanding akhir perdagangan kemarin di level Rp11.785 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah perdagangan sore hari ini ditutup pada level Rp11.807 per USD. Posisi ini negatif 52 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.755 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.826 per USD atau melemah tajam 110 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.716 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, melemahnya rupiah hari ini setelah berhasil menguat selama beberapa hari dipicu aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor.
"Aksi ambil untung oleh investor di lantai bursa pada hari ini berdampak pada kembali melemahnya nilai tukar rupiah," kata dia, Selasa (18/2/2014).
Lelang surat utang negara (SUN) dengan target Rp10 triliun, yang dilakukan pemerintah hari ini belum mampu mengurangi tekanan terhadap rupiah.
Sementara IHSG sore ini ditutup berhasil bertahan di zona hijau setelah sempat bergerak di zona merah. IHSG berakhir naik tipis 0,82 poin atau 0,02 persen ke level 4.556,19.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,86 triliun dengan 5,26 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp691,07 miliar. Tercatat 149 saham naik, 174 saham melemah dan 91 saham stagnan.
(rna)