Letusan Gunung Kelud bisa timbulkan inflasi

Rabu, 19 Februari 2014 - 14:06 WIB
Letusan Gunung Kelud...
Letusan Gunung Kelud bisa timbulkan inflasi
A A A
Sindonews.com - Pengamat Ekonomi, Antony Budiawan mengkhawatirkan adanya dampak inflasi terhadap kerugian yang dialami petani sekitar kawasan Gunung Kelud.

"Sisi penawaran, sisi distribusi dan sisi harga akan berubah signifikan. Inflasi bisa saja terjadi," kata dia dalam rilisnya, Rabu (19/2/2014).

Untuk masalah kerugian petani, menurut Anthony, pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), atau pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) memiliki kewajiban untuk meringankan beban para petani, dalam hal ini daerah dan pusat harus bekerja sama.

Aktivis pertanian asal Jawa Timur, Panel Barus mengungkapkan, kerugian petani pasca meletusnya gunung dengan ketinggian 1.731 meter meliputi biaya produksi, biaya panen dan biaya pemeliharaan.

"Untuk angka pasti saya belum dapat datanya. Namun, jika dikalkulasikan untuk seluruh Jawa Timur, bisa sampai ratusan juta jumlah kerugiannnya," kata Ketua Nasional Penyelamatan Kretek ini.

Meletusnya Gunung Kelud ini menyisakan cerita duka bagi para petani. Akibat debu tebal yang menutupi area perkebunan, hasil panen petani terancam rusak dan membusuk. Hal ini mengakibatkan para petani akan mengalami kerugian karena gagal panen.

Kuswari, petani di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengatakan, lahan pertanian miliknya pada akhir tahun lalu ditanami bibit cabai dan akhri bulan ini waktunya panen.

Namun, Gunung Kelud lebih dulu meletus. Saat ini, harga cabai di pasar sekitar Rp20 ribu per kilogram (kg), jika Gunung Kelud tidak meletus, Kuswari bisa meraup untung hingga ratusan juta rupiah.

Asa petani Kelud untuk mendapatkan untung besar tertunda. Abu vulkanik bahkan menyebar keseluruh penjuru Kabupaten Kediri. Namun, asa baru muncul, karena petani di Kediri meyakini, tanah pertanian mereka akan semakin subur pasca meletusnya kelud.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
1 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
1 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved