Ini masukan pengusaha Eropa untuk ekonomi RI

Jum'at, 21 Februari 2014 - 15:10 WIB
Ini masukan pengusaha...
Ini masukan pengusaha Eropa untuk ekonomi RI
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri Eropa di Indonesia (EuroCharm) baru saja meluncurkan Lembar Posisi Tahunan pada Kamis (20/2/2014) di Jakarta.

Lembar Posisi itu menyajikan penilaian akurat terhadap sektor-sektor kunci. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki iklim usaha dan investasi guna mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia.

"Rekomendasi-rekomendasi di dalam Lembar Posisi ini merupakan perspektif dunia usaha Eropa tentang isu-isu yang mempengaruhi iklim perdagangan dan investasi di Indonesia. Kami ingin terlibat dalam dialog proaktif untuk membantu Indonesia mencapai potensinya dalam pertumbuhan dan pembangunan,” kata Chairman EuroCham Indonesia Jakob Friis Sorensen dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (21/2/2014).

Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darusslam dan ASEAN Colin Crooks menjelaskan, Lembar Posisi ini merupakan inisiatif dunia usaha Eropa untuk menyoroti hambatan dalam perdagangan dan investasi dan untuk memperbaiki iklim usaha.

"Perusahaan-perusahaan Uni Eropa ingin berinvestasi lebih besar lagi di Indonesia dan Lembar Posisi ini menunjukkan bidang-bidang yang perlu dibenahi di Indonesia guna menarik investasi dari Uni Eropa maupun dari negara-negara lain," ujar dia.

Menurut dia, penanganan isu-isu ini akan membantu menarik investasi langsung asing, meningkatkan ekspor, mendorong alih teknologi dan keterampilan serta memberikan manfaat bagi ekonomi Indonesia secara keseluruhan, termasuk untuk produsen dan konsumen.

Untuk menguatkan pembangunan ekonomi Indonesia berkelanjutan, dunia usaha Eropa merekomendasikan agar pemerintah Indonesia berkonsentrasi dalam memperbaiki infrastruktur, termasuk pasokan listrik dan jaringan logistik untuk melancarkan arus pergerakan barang, menurunkan biaya usaha dan mendorong pembangunan.

Selain itu, mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) nasional sekaligus membuka akses kepada tenaga kerja terampil dan berspesialisasi tinggi untuk mendorong alih teknologi dan pengetahuan.

Pemerintah Indonesia juga diharapkan meningkatkan koordinasi antarkementerian untuk menyederhanakan kerangka regulasi serta memperbaiki iklim usaha dan investasi Indonesia.

Di samping itu, melibatkan dan berkonsultasi dengan segenap pemangku kepentingan dalam proses pembuatan kebijakan untuk meningkatkan transparansi, meyakinkan investor dan menghindari dampak-dampak yang merugikan.

Pemerintah Indonesia diharapkan menyelaraskan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan standar internasional lainnya dan melancarkan proses-proses yang ada untuk menghindari kenaikan harga akibat peningkatan biaya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
4 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
6 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
7 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
8 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
8 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
11 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved