Harga minyak dunia menyusut

Jum'at, 21 Februari 2014 - 20:37 WIB
Harga minyak dunia menyusut
Harga minyak dunia menyusut
A A A
Sindonews.com - Harga minyak mentah di perdagangan dunia hari ini turun, merespon tanda-tanda pelemahan perekonomian di China mengimbangi permintaan optimis energi di Amerika Serikat (AS), yang mengangkat minyak mentah berjangka ke angka tertinggi dalam empat bulan pada awal pekan ini.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April turun 33 sen menjadi USD109,97 per barel pada perdagangan di London. Sementara kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk April kehilangan 35 sen menjadi USD102,40 per barel.

Minyak mentah berjangka jatuh di bawah data manufaktur China yang negatif, meningkatkan kekhawatiran atas memudarnya permintaan di konsumen energi terbesar kedua dunia tersebut.

Pembacaan awal HSBC untuk indeks manajer pembelian (PMI), yang melacak aktivitas manufaktur di pabrik dan bengkel China pada Februari, susut ke level terendah dalam tujuh bulan.

United Overseas Bank (UOB) Singapura mengatakan, harga minyak surut karena pedagang menempatkan lebih berat pada data PMI China yang lemah terhadap permintaan AS yang kuat.

Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets, Sydney mengatakan, investor masih mempertimbangkan implikasi dari angka manufaktur China. "Saya pikir, secara kolektif pasar telah memutuskan bahwa pilihan yang lebih aman menunggu lebih banyak data dari China, sebelum mereka melakukan penyesuaian ke bawah untuk prospek pertumbuhan," ujarnya.

Departemen Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah komersial naik 1,0 juta barel dalam pekan yang berakhir 14 Februari, lebih rendah dari perkiraan analis 1,8 juta barel. Cadangan sulingan AS, termasuk diesel dan bahan bakar pemanas turun 300.000 barel.

Analis juga memantau konflik baru di negara-negara pengekspor minyak Afrika, yang memberikan dukungan harga Brent dan menimbulkan kekhawatiran atas stabilitas di kawasan tersebut. Hub minyak utama Sudan Selatan dari Malakal menghadapi pertempuran baru setelah pasukan pemerintah bersumpah merebut kembali kendali kota dari para pemberontak.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
30 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
37 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved