BI: Kenaikan TDL tidak berdampak besar pada inflasi
Senin, 24 Februari 2014 - 13:21 WIB
BI: Kenaikan TDL tidak berdampak besar pada inflasi
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tidak akan memberikan dampak yang besar terhadap inflasi. Hingga akhir tahun, inflasi diperkirakan tetap akan berada di level 4,5 persen plus minus 1 persen.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung mengatakan, tahun ini akan ada beberapa tekanan terhadap inflasi, yaitu kenaikan TDL industri, kenaikan Upah Minimun Provinsi (UMP), kenaikan harga gas elpiji 12 kilo gram (kg), dan bencana alam.
Berdasarkan perhitungan BI, kenaikan TDL sebesar 39 persen untuk industri kelas III dan 69 persen untuk industri kelas IV hanya akan memberikan pengaruh terhadap inflasi sebesar 0,14 persen.
“Tidak terlalu besar dampak yang disebabkan oleh TDL. Sementara kenaikan UMP akan memberikan dampak sebesar 0,07 persen terhadap inflasi,” ujar Juda akhir pekan kemarin, dilansir dari situs Kementerian Keuangan, Senin (24/2/2014).
BI, lanjut Juda, juga mulai menghitung dampak bencana alam erupsi Gunung Kelud yang diperkirakan hanya sebesar 0,05 persen. “Dampak Kelud ini lebih karena hasil pertanian yang sedikit terganggu,” tuturnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, inflasi Januari 2014 yang sebesar 1,07 persen terutama disumbang oleh kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar 0,17 persen dan pelemahan nilai tukar terefleksi ke harga sebesar 0,23 persen.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung mengatakan, tahun ini akan ada beberapa tekanan terhadap inflasi, yaitu kenaikan TDL industri, kenaikan Upah Minimun Provinsi (UMP), kenaikan harga gas elpiji 12 kilo gram (kg), dan bencana alam.
Berdasarkan perhitungan BI, kenaikan TDL sebesar 39 persen untuk industri kelas III dan 69 persen untuk industri kelas IV hanya akan memberikan pengaruh terhadap inflasi sebesar 0,14 persen.
“Tidak terlalu besar dampak yang disebabkan oleh TDL. Sementara kenaikan UMP akan memberikan dampak sebesar 0,07 persen terhadap inflasi,” ujar Juda akhir pekan kemarin, dilansir dari situs Kementerian Keuangan, Senin (24/2/2014).
BI, lanjut Juda, juga mulai menghitung dampak bencana alam erupsi Gunung Kelud yang diperkirakan hanya sebesar 0,05 persen. “Dampak Kelud ini lebih karena hasil pertanian yang sedikit terganggu,” tuturnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, inflasi Januari 2014 yang sebesar 1,07 persen terutama disumbang oleh kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar 0,17 persen dan pelemahan nilai tukar terefleksi ke harga sebesar 0,23 persen.
(gpr)
Lihat Juga :