Empat sektor ini penghambat terbesar kenaikan IHSG
Selasa, 25 Februari 2014 - 17:00 WIB
Empat sektor ini penghambat terbesar kenaikan IHSG
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini melanjutkan koreksi hari kemarin. Sebanyak 10 sektor menghambat penguatan IHSG.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa dari 10 sektor yang berakhir negatif di bursa saham, sebanyak empat sektor mengalami koreksi lebih dari 1 persen.
Adapun, empat sektor dengan koreksi terbesar, yakni keuangan yang anjlok 1,63 persen, infastruktur merosot 1,40 persen, tambang tumbang 1,39 persen dan properti tertekan 1,03 persen.
Sementara sektor lainnya adalah aneka industri melemah 0,97 persen, industri dasar terperosok 0,65 persen, manufaktur menurun 0,62 persen, perkebunan terbakar 0,61 persen dan perdangan susut 0,16 persen.
Adapun saham yang naik tajam, diantaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) melonjak 11,88 persen menjadi Rp4.475,PT ABM Investama Tbk (ABMM) meningkat 7,09 persen menjadi Rp2.945 dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) menguat 7,08 persen menjadi Rp5.675.
Sedangkan saham yang anjlok signifikan, diantaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terperosok 3,72 persen menjadi Rp9.050, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) berkurang 3,26 persen menjadi Rp4.160 dan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) terbenam 2,87 persen menjadi Rp305.000.
Sore ini, IHSG kembali terkoreksi 46,28 poin atau 1,00 persen ke level 4.577,29. Pelemahan ini seiring koreksi yang terjadi di bursa Asia.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,09 triliun dengan 4,21 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp43,07 miliar. Tercatat 92 saham naik, 210 saham melemah dan 93 saham stagnan.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa dari 10 sektor yang berakhir negatif di bursa saham, sebanyak empat sektor mengalami koreksi lebih dari 1 persen.
Adapun, empat sektor dengan koreksi terbesar, yakni keuangan yang anjlok 1,63 persen, infastruktur merosot 1,40 persen, tambang tumbang 1,39 persen dan properti tertekan 1,03 persen.
Sementara sektor lainnya adalah aneka industri melemah 0,97 persen, industri dasar terperosok 0,65 persen, manufaktur menurun 0,62 persen, perkebunan terbakar 0,61 persen dan perdangan susut 0,16 persen.
Adapun saham yang naik tajam, diantaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) melonjak 11,88 persen menjadi Rp4.475,PT ABM Investama Tbk (ABMM) meningkat 7,09 persen menjadi Rp2.945 dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) menguat 7,08 persen menjadi Rp5.675.
Sedangkan saham yang anjlok signifikan, diantaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terperosok 3,72 persen menjadi Rp9.050, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) berkurang 3,26 persen menjadi Rp4.160 dan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) terbenam 2,87 persen menjadi Rp305.000.
Sore ini, IHSG kembali terkoreksi 46,28 poin atau 1,00 persen ke level 4.577,29. Pelemahan ini seiring koreksi yang terjadi di bursa Asia.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,09 triliun dengan 4,21 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp43,07 miliar. Tercatat 92 saham naik, 210 saham melemah dan 93 saham stagnan.
(rna)
Lihat Juga :