Sulsel targetkan bangun 24 industri pertanian baru
Jum'at, 28 Februari 2014 - 19:47 WIB
Sulsel targetkan bangun 24 industri pertanian baru
A
A
A
Sindonews.com - Untuk memperkuat basis pertanian, tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan pembangunan 24 industri baru di sektor agrikultur. Puluhan industri ini ditaksir menelan investasi sedikitnya Rp42 triliun.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, untuk merealisasikan hal tersebut, Pemprov Sulsel dan pemerintah kabupaten akan mengupayakan berbagai sektor pendanaan baik melalui kerja sama pemerintah dan swasta (KPS) atau melalui dana perbankan.
“Ini dijadikan target. Bupati kepala daerah harus memiliki kemauan untuk itu. Dana bisa dari mana saja, tapi utamanya kita dorong perbankan untuk menyalurkan kredit di sektor pertanian, peternakan maupun perkebunan yang menjadi andalan kita,” ungkap Syahrul, Jumat (28/2/2014).
Industri, lanjut dia, sudah menjadi kebutuhan. Selain meningkatkan nilai komoditas pertanian, pengembangan berbasis industri juga akan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.
Karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan perbankan yang ada di Sulsel. Apalagi kredit di sektor pertanian masih terbilang minim. Padahal kemampuan petani di desa seungguhnya besar.
“Mereka ini pelaku menengah baru. Tinggal disuntik modal akan semakin maju. Sudah saatnya kita tidak lagi hanya menjual gabah begitu saja. Kita butuh setidaknya silo dryer atau rice mile (pabrik penggilingan padi),” ungkapnya.
Pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin Hamid Paddu mengatakan, pemerintah memang harus berani mengambil kebijakan untuk fokus pada pengembangan sektor pertanian dan industri olahan.
"Persoalan pangan bisa diatasi lebih dini terutama dengan harga yang cenderung fluktuatif di setiap momen hari besar keagamaan, jika saja basis industri pertanian kita kuat," ungkapnya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, untuk merealisasikan hal tersebut, Pemprov Sulsel dan pemerintah kabupaten akan mengupayakan berbagai sektor pendanaan baik melalui kerja sama pemerintah dan swasta (KPS) atau melalui dana perbankan.
“Ini dijadikan target. Bupati kepala daerah harus memiliki kemauan untuk itu. Dana bisa dari mana saja, tapi utamanya kita dorong perbankan untuk menyalurkan kredit di sektor pertanian, peternakan maupun perkebunan yang menjadi andalan kita,” ungkap Syahrul, Jumat (28/2/2014).
Industri, lanjut dia, sudah menjadi kebutuhan. Selain meningkatkan nilai komoditas pertanian, pengembangan berbasis industri juga akan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.
Karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan perbankan yang ada di Sulsel. Apalagi kredit di sektor pertanian masih terbilang minim. Padahal kemampuan petani di desa seungguhnya besar.
“Mereka ini pelaku menengah baru. Tinggal disuntik modal akan semakin maju. Sudah saatnya kita tidak lagi hanya menjual gabah begitu saja. Kita butuh setidaknya silo dryer atau rice mile (pabrik penggilingan padi),” ungkapnya.
Pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin Hamid Paddu mengatakan, pemerintah memang harus berani mengambil kebijakan untuk fokus pada pengembangan sektor pertanian dan industri olahan.
"Persoalan pangan bisa diatasi lebih dini terutama dengan harga yang cenderung fluktuatif di setiap momen hari besar keagamaan, jika saja basis industri pertanian kita kuat," ungkapnya.
(gpr)
Lihat Juga :