PTBA tingkatkan volume penjualan 2013 sebesar 16%
Minggu, 02 Maret 2014 - 15:43 WIB
PTBA tingkatkan volume penjualan 2013 sebesar 16%
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Joko Pramono mengungkapkan, di 2013 perseroan berhasil meningkatkan volume penjualan sebesar 16 persen atau menjadi 17,76 juta ton dibanding 2012 sebesar 15,33 juta ton.
Menurutnya, sebesar 54 persen atau 9,59 juta ton dari total penjualan ditujukan untuk pasar ekspor. “Dibandingkan realisasi ekspor 2012 sebesar 6,90 juta ton, atau 45 persen dari total penjualan. Maka ekspor 2013 naik 39 persen. Sementara penjualan domestik 8,17 juta ton,” papar Joko kepada SINDO akhir pekan lalu.
Diungkapkan Joko, untuk peningkatan ekspor ini, merupakan bagian dari langkah-langkah startegis perseroan untuk mengoptimalkan kinerja keuangan PTBA ditengah krisis harga batu bara yang melanda dunia sejak pertengahan 2012, serta banyaknya pembatasan yang dilakukan oleh sejumlah negara importir batubara.
“Kami memprioritaskan penjualan batu bara kalori tinggi yang banyak dibutuhkan oleh pasar ekspor, seperti Taiwan dan China,” ujarnya.
Direktur Utama PTBA Milawarma mengungkap, upaya stategis lainnya yakni berupa optimasi-optimasi pemakaian sarana operasional penambangan yang menggunakan tenaga listrik dengan meminimalkan pemakaian BBM.
Sementara tenaga listrik yang digunakan berasal dari pembangkit tenaga listrik sendiri, masing-masing PLTU Tanjung Enim 3x10MW untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi operasional penambangan serta kebutuhan penunjang lainnya di unit penambangan Tanjung Enim, dan PLTU Pelabuhan Tarahan 2x8MW untuk memnuhi kebutuhan tenaga listrik di Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung.
“Dari total 17,76 juta ton penjualan PTBA tahun 2013 lalu, sebanyak 15,09 juta merupakan kontribusi dari produksi PTBA atau 8 persen lebih tinggi dari produksi 2012,” kata dia.
Kemudian, lanjut dia, kontribusi dari pembelian batu bara dari pihak ketiga oleh anak perusahaan sebesar 2,73 juta ton atau 83 persen lebih tinggi dari pembelian 2012 sebesar 1,49 juta ton.
Di samping itu, untuk mengantisipasi pertumbuhan volume produksi dan volume penjualan PTBA, perseroan awal semester II tahun ini akan menyelesaikan proyek peningkatan kapasitas pelabuhan Tarahan dari 13 juta ton menjadi 25 juta ton pertahun.
Sementara itu, proyek pembangunan PLTU Banjarsari 2x110MW d mulut tambang di Kabupaten Lahat sudah hampir rampung. Menurut Milawarma, PLTU itu akan bisa beroperasi pada semester II tahun ini.
“Terakhir proyek PLTU Banko Tengah 2x60MW (Sumsel 8) di mulut tambang Tanjung Enim yang akan dibangun perseroan PTBA bersama PT CHD dari China, akan merampungkan masalah pendanaanya dalam semester I tahun ini,” tegasnya.
Menurutnya, sebesar 54 persen atau 9,59 juta ton dari total penjualan ditujukan untuk pasar ekspor. “Dibandingkan realisasi ekspor 2012 sebesar 6,90 juta ton, atau 45 persen dari total penjualan. Maka ekspor 2013 naik 39 persen. Sementara penjualan domestik 8,17 juta ton,” papar Joko kepada SINDO akhir pekan lalu.
Diungkapkan Joko, untuk peningkatan ekspor ini, merupakan bagian dari langkah-langkah startegis perseroan untuk mengoptimalkan kinerja keuangan PTBA ditengah krisis harga batu bara yang melanda dunia sejak pertengahan 2012, serta banyaknya pembatasan yang dilakukan oleh sejumlah negara importir batubara.
“Kami memprioritaskan penjualan batu bara kalori tinggi yang banyak dibutuhkan oleh pasar ekspor, seperti Taiwan dan China,” ujarnya.
Direktur Utama PTBA Milawarma mengungkap, upaya stategis lainnya yakni berupa optimasi-optimasi pemakaian sarana operasional penambangan yang menggunakan tenaga listrik dengan meminimalkan pemakaian BBM.
Sementara tenaga listrik yang digunakan berasal dari pembangkit tenaga listrik sendiri, masing-masing PLTU Tanjung Enim 3x10MW untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi operasional penambangan serta kebutuhan penunjang lainnya di unit penambangan Tanjung Enim, dan PLTU Pelabuhan Tarahan 2x8MW untuk memnuhi kebutuhan tenaga listrik di Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung.
“Dari total 17,76 juta ton penjualan PTBA tahun 2013 lalu, sebanyak 15,09 juta merupakan kontribusi dari produksi PTBA atau 8 persen lebih tinggi dari produksi 2012,” kata dia.
Kemudian, lanjut dia, kontribusi dari pembelian batu bara dari pihak ketiga oleh anak perusahaan sebesar 2,73 juta ton atau 83 persen lebih tinggi dari pembelian 2012 sebesar 1,49 juta ton.
Di samping itu, untuk mengantisipasi pertumbuhan volume produksi dan volume penjualan PTBA, perseroan awal semester II tahun ini akan menyelesaikan proyek peningkatan kapasitas pelabuhan Tarahan dari 13 juta ton menjadi 25 juta ton pertahun.
Sementara itu, proyek pembangunan PLTU Banjarsari 2x110MW d mulut tambang di Kabupaten Lahat sudah hampir rampung. Menurut Milawarma, PLTU itu akan bisa beroperasi pada semester II tahun ini.
“Terakhir proyek PLTU Banko Tengah 2x60MW (Sumsel 8) di mulut tambang Tanjung Enim yang akan dibangun perseroan PTBA bersama PT CHD dari China, akan merampungkan masalah pendanaanya dalam semester I tahun ini,” tegasnya.
(gpr)
Lihat Juga :