Reksa dana terproteksi dongkrak pertumbuhan AUM
Selasa, 04 Maret 2014 - 17:33 WIB
Reksa dana terproteksi dongkrak pertumbuhan AUM
A
A
A
Sindonews.com - Total dana kelolaan (Asset Under Manajement/AUM) reksa dana pada akhir Februari 2014 sebesar Rp198,48 triliun atau naik tipis 3,1 persen dibandingkan dengan total AUM pada akhir Januari 2014 sebesar Rp192,69 triliun.
Sementara itu, jumlah unit penyertaan mengalami sedikit penurunan dari Rp124,56 miliar menjadi 124,30 miliar.
Naiknya pertumbuhan maupun dana kelolaan sepanjang Februari lalu, tidak dapat terlepas dari positifnya pasar saham dan obligasi.
Pasar saham sendiri sepanjang Februari lalu menunjukkan kenaikan yang dapat dilihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menunjukkan tren kenaikan dan sempat berada di atas 4600.
Analis Millenium Danatama Asset Management, Desmon Silitonga mengungkap, naiknya IHSG ini turut mendorong investor untuk masuk ke reksa dana saham, di mana saat ini porsi reksa dana saham masih mendominasi total semua dana kelolaan reksa dana.
Saat ini, total dana kelolaan reksa dana saham sekitar 30 persen dari total dana kelolaan produk reksadana. “Reksa dana terproteksi juga turut mendongkrak naiknya pertumbuhan dana kelolaan,” kata Desmon saat dihubungi SINDO di Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Sejumlah investor institusi saat ini berminat masuk ke reksa dana terproteksi. Masih positifnya kinerja pasar Surat Utang Negara (SUN), turut juga mendorong minat ini.
“Ekspektasi inflasi yang cukup rendah sepanjang tahun ini, sedikit banyak akan memberikan dampak positif nantinya pada kinerja pasar obligasi,” paparnya.
Tercatat, berdasarkan data Bapepam, total dana kelolaan reksa dana per 28 Februari 2014 mayoritas masih dikontribusi dari reksa dana saham. Dana kelolaan reksa dana berbasis saham sebesar Rp86,46 triliun, kemudian reksa dana terproteksi dengan nilai sebesar Rp40,73 triliun.
Di posisi ketiga ada reksa dana pendapatan tetap senilai Rp27,09 triliun, selanjutnya reksa dana campuran atau mixed sebesar Rp19,21 triliun, dan reksa dana pasar uang sebesar Rp13,46 triliun, serta reksa dana indeks sebesar Rp339,69 miliar.
Di sisi lain, untuk reksa dana syariah berbasis mixed atau campuran juga masih mendominasi yakni sebesar Rp4,53 triliun.
Kemudian reksa dana syariah saham sebesar Rp2,65 triliun, syariah berbasis terproteksi sebesar Rp954,09 triliun, reksa dana syariah fixed income sebesar Rp512,09 miliar, dan reksa dana syariah indeks sebesar Rp321,12 miliar, serta reksa dana syariah pasar uang senilai Rp28,14 miliar.
Sementara itu, jumlah unit penyertaan mengalami sedikit penurunan dari Rp124,56 miliar menjadi 124,30 miliar.
Naiknya pertumbuhan maupun dana kelolaan sepanjang Februari lalu, tidak dapat terlepas dari positifnya pasar saham dan obligasi.
Pasar saham sendiri sepanjang Februari lalu menunjukkan kenaikan yang dapat dilihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menunjukkan tren kenaikan dan sempat berada di atas 4600.
Analis Millenium Danatama Asset Management, Desmon Silitonga mengungkap, naiknya IHSG ini turut mendorong investor untuk masuk ke reksa dana saham, di mana saat ini porsi reksa dana saham masih mendominasi total semua dana kelolaan reksa dana.
Saat ini, total dana kelolaan reksa dana saham sekitar 30 persen dari total dana kelolaan produk reksadana. “Reksa dana terproteksi juga turut mendongkrak naiknya pertumbuhan dana kelolaan,” kata Desmon saat dihubungi SINDO di Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Sejumlah investor institusi saat ini berminat masuk ke reksa dana terproteksi. Masih positifnya kinerja pasar Surat Utang Negara (SUN), turut juga mendorong minat ini.
“Ekspektasi inflasi yang cukup rendah sepanjang tahun ini, sedikit banyak akan memberikan dampak positif nantinya pada kinerja pasar obligasi,” paparnya.
Tercatat, berdasarkan data Bapepam, total dana kelolaan reksa dana per 28 Februari 2014 mayoritas masih dikontribusi dari reksa dana saham. Dana kelolaan reksa dana berbasis saham sebesar Rp86,46 triliun, kemudian reksa dana terproteksi dengan nilai sebesar Rp40,73 triliun.
Di posisi ketiga ada reksa dana pendapatan tetap senilai Rp27,09 triliun, selanjutnya reksa dana campuran atau mixed sebesar Rp19,21 triliun, dan reksa dana pasar uang sebesar Rp13,46 triliun, serta reksa dana indeks sebesar Rp339,69 miliar.
Di sisi lain, untuk reksa dana syariah berbasis mixed atau campuran juga masih mendominasi yakni sebesar Rp4,53 triliun.
Kemudian reksa dana syariah saham sebesar Rp2,65 triliun, syariah berbasis terproteksi sebesar Rp954,09 triliun, reksa dana syariah fixed income sebesar Rp512,09 miliar, dan reksa dana syariah indeks sebesar Rp321,12 miliar, serta reksa dana syariah pasar uang senilai Rp28,14 miliar.
(gpr)
Lihat Juga :