Transaksi non tunai di Sulsel Rp110 M/hari
Jum'at, 07 Maret 2014 - 10:46 WIB
Transaksi non tunai di Sulsel Rp110 M/hari
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi non tunai melalui sarana kliring di Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup tinggi. Rata-rata nilai nominal harian di kuartal IV 2013 senilai Rp110 miliar dengan jumlah transaksi sebanyak 2.900 lembar.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, rata-rata nominal harian mengalami penurunan. Di mana triwulan sebelumnya tercatat perputaran kliring senilai Rp146 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi mengatakan, pertumbuhan di triwulan keempat memang sedikit lebih rendah yakni 3,22 persen (yoy) dari sebelumnya 5,62 persen (yoy) atau mencapai Rp2,64 triliun.
"Pertumbuhan yang lebih rendah ini karena akhir tahun. Biasanya perbankan melakukan tutup buku. Sehingga hari-hari terakhir pada Desember sudah tidak melayani lagi. Tapi secara nominal transaksi cukup bagus," katanya, Jumat (7/3/2014).
Dia mengatakan, geliat perekonomian di Sulsel mendorong pembayaran non tunai. Banyaknya transaksi lewat kliring, sebut dia, mengindikasikan bahwa uang tunai tidak banyak beredar.
Apalagi, demi mendukung pengembangan sistem pembayaran, BI telah meningkatkan batas nominal transaksi yang dapat diproses melalui sistem kliring, dari sebelumnya maksimal Rp100 juta menjadi maksimal Rp500 juta.
"Tentunya ini lebih efisien dan lebih aman karena transaksi bisa dilakukan dengan memanfaatkan layanan kliring. Dan memang diharapkan seperti itu, lebih bagus," ujarnya.
BI juga mencatat transaksi non tunai melalui sarana Real Time Gross Settlement Systems (RTGS) tetap tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan perekonomian.
Dari data BI, nilai transaksi BI-RTGS Sulsel di triwulan IV/2013 senilai Rp62,02 triliun atau tumbuh lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yakni Rp56,38 triliun.
Menurut Suhaedi, transaksi BI-RTGS di triwulan empat tahun ini masih didominasi oleh aliran dana yang masuk (incoming) ke perbankan Sulsel senilai Rp41,48 triliun. Sementara aliran yang keluar dari perbankan Sulsel tercatat Rp20,54 triliun.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, rata-rata nominal harian mengalami penurunan. Di mana triwulan sebelumnya tercatat perputaran kliring senilai Rp146 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi mengatakan, pertumbuhan di triwulan keempat memang sedikit lebih rendah yakni 3,22 persen (yoy) dari sebelumnya 5,62 persen (yoy) atau mencapai Rp2,64 triliun.
"Pertumbuhan yang lebih rendah ini karena akhir tahun. Biasanya perbankan melakukan tutup buku. Sehingga hari-hari terakhir pada Desember sudah tidak melayani lagi. Tapi secara nominal transaksi cukup bagus," katanya, Jumat (7/3/2014).
Dia mengatakan, geliat perekonomian di Sulsel mendorong pembayaran non tunai. Banyaknya transaksi lewat kliring, sebut dia, mengindikasikan bahwa uang tunai tidak banyak beredar.
Apalagi, demi mendukung pengembangan sistem pembayaran, BI telah meningkatkan batas nominal transaksi yang dapat diproses melalui sistem kliring, dari sebelumnya maksimal Rp100 juta menjadi maksimal Rp500 juta.
"Tentunya ini lebih efisien dan lebih aman karena transaksi bisa dilakukan dengan memanfaatkan layanan kliring. Dan memang diharapkan seperti itu, lebih bagus," ujarnya.
BI juga mencatat transaksi non tunai melalui sarana Real Time Gross Settlement Systems (RTGS) tetap tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan perekonomian.
Dari data BI, nilai transaksi BI-RTGS Sulsel di triwulan IV/2013 senilai Rp62,02 triliun atau tumbuh lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yakni Rp56,38 triliun.
Menurut Suhaedi, transaksi BI-RTGS di triwulan empat tahun ini masih didominasi oleh aliran dana yang masuk (incoming) ke perbankan Sulsel senilai Rp41,48 triliun. Sementara aliran yang keluar dari perbankan Sulsel tercatat Rp20,54 triliun.
(izz)
Lihat Juga :