OJK-BI bahas kredit korban Gunung Kelud

Senin, 10 Maret 2014 - 19:08 WIB
OJK-BI bahas kredit...
OJK-BI bahas kredit korban Gunung Kelud
A A A
Sindonews.com - Korban erupsi Gunung Kelud bakal memperoleh kelonggaran pemenuhan kewajiban kredit dan kesempatan mengakses pembiayaan baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) membahas mekanisme pemberian keringanan pada para konsumen.

"Mudahan-mudahan secepatnya program ini bisa terselesaikan dan kami masih memahami dasar hukumnya dulu,” kata Kepala Regional 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK)Yunnokusumo, Senin (10/3/2014).

Saat ini, ujar dia, pihaknya sedang menguraikan dasar hukum relaksasi beban kredit dan fasilitas dana baru bagi korban erupsi Kelud sedang disusun. Hal ini dilakukan karena sejumlah petani yang berada dikawasan Gunung Kelud menginginkan ada perpanjangan tenggat waktu pembayaran bunga pinjaman dan keringanan bunga.

Keinginan para petani ini mayoritas berasal dari dari Kecamatan Puncu dan Kepung Kediri, karena kerusakan lahan pertanian menjadi sumber penghasilan utama.

Yunnokusumo mengatakan, kelonggaran kredit bagi korban erupsi Gunung Kelud akan mendapatkan keringanan. Namun, untuk bentuk dan mekanismenya menunggu dasar hukum dulu. OJK sendiri telah mencatat kredit berpotensi macet akibat terdampak erupsi Gunung Kelud di Malang, Blitar, Kediri dan Batu yang mencapai lebih dari Rp300 miliar. Jumlah itu mencakup lebih dari 11.000 debitur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IV Jawa Timur (Jatim) Dwi Pranoto mengatakan, usulan soal potensi keringanan bunga kepada korban Gunung Kelud sedang dilakukan penyusunan, semua akan diusulkan ke pemerintah pusat. Namun, realisasinya tetap menunggu persetujuan DPR. "Soal ini sudah dikonsultasikan ke DPR dan menunggu keputusan," katanya.

Beberapa Bank seperti BRI, Bank Mandiri, BNI dan Bank Jatim telah mengambil kebijakan relaksasi berupa Rescheduling, Restructuring dan Reconditioning kredit yang bertujuan agar debitur tidak merasa terbebani dan pelunasan kredit dapat berjalan dengan lancar.

Hal ini dilakukan supaya kebijakan ini tepat sasaran, perbankan Jatim akan melakukan analisis terhadap masing-masing debitur guna memastikan bahwa debitur tersebut memang terkena dampak langsung dari erupsi kelud.

"Sekitar 80 persen di antaranya adalah kredit sektor pertanian dan peternakan yang berada di wilayah Kabupaten Kediri, Malang, Blitar, dan Tulungagung," ujar Dwi yang juga menjabat Ketua Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Timur.

Dwi Pranoto menambahkan, kondisi ini diyakini tidak begitu berdampak pada kualitas kredit secara umum di Jatim. Pada Januari ini tercatat rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,05 persen. Asesmen yang dilakukan oleh Bank Indonesia memperkirakan kondisi ini akan menaikkan NPL secara umum di kisaran 2,2 persen atau berada pada level yang cukup terjaga.

“Artinya, kenaikan NPL ini agar levelnya tetap terjaga dengan aman sehingga tidak berdampak pada perkeridatan di Jatim,” beber dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Soekarno Putra Sang...
Soekarno Putra Sang Fajar, Kelahirannya Disambut Letusan Gunung Kelud
4 Legenda Gunung Berapi...
4 Legenda Gunung Berapi di Tanah Jawa, dari Merapi hingga Kelud
Djojodigdo, Kisah Patih...
Djojodigdo, Kisah Patih Blitar Penakluk Amukan Gunung Kelud
Kisah Tunggul Ametung...
Kisah Tunggul Ametung Nyaris Tewas saat Letusan Dahsyat Gunung Kelud
Sri Minta Perbankan...
Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM
Kisah Tunggul Ametung...
Kisah Tunggul Ametung Mengejar Brahmana yang Memicu Letusan Dahsyat Gunung Kelud
Berita Terkini
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
12 menit yang lalu
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
38 menit yang lalu
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
49 menit yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
1 jam yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
1 jam yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
2 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved