Perajin rotan di Malang kebanjiran order
Rabu, 12 Maret 2014 - 15:06 WIB
Perajin rotan di Malang kebanjiran order
A
A
A
Sindonews.com - Perajin rotan di Kota Malang ternyata kebanjiran order atau pesanan produk-produk olahan rotan dalam berbagai bentuk di tengah anjloknya ekspor rotan ke luar negeri dalam dua tahun terakhir.
Para perajin rotan di Kota Malang rata-rata menerima pesanan dari dalam engeri sendiri dalam setahun terakhir, meski ada juga dari mereka yang memang tidak menjual produknya ke luar negeri.
Salah satu perajin rotan Kota Malang, Imam Budiono yang memiliki usaha Tiban Jaya Rotan mengaku, tak bisa menyetok dan semua produk rotan maupun campuran dengan sintesis maupun bahan lokal seperti mendong, eceng gondok, dan lain-lain semaunya pesanan.
Tampak di gerainya yang luasnya sekitar 5x4 meter ini dipenuhi hasil olahan rotan, baik yang full rotan maupun campuran sintesis, dan bahan lokal lainnya.
Di tak pernah kurang ide, ketika pasokan rotan menurun, dirinya masih bisa memproduksi dengan bahan sintetis, atau bahan lokal lainnya seperti mendong, kayu, dan eceng gondok. "Alhamdulillah penghasilan setiap tahun meningkat," ujar Imam, Rabu (12/3/2014).
Dia mengaku penghasilan bersih setiap bulan sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta. Jumlah itu sudah bersih, setelah dipotong untuk gaji karyawan sebanyak 30 orang, tanggungan lain dan keperluan keluarga.
Dalam sepekan, Imam mampu menghasilkan 200 produk penyekat yang bahannya dari rotan, kayu, serta mendong maupun sintetis. "Penyekat ini yang dari awal saya buka usaha hingga sekarang tidak pernah sepi pemesan," katanya.
Meski sudah berkembang baik, namun dia tidak memedulikan untuk memenuhi pasar ekspor. Sebab, dirinya masih yakin jika pada tahun-tahun ke depan peluang di dalam negeri masih besar.
Hingga kini, pihaknya juga tak pernah sepi dari pesanan dari seluruh Indonesia. "Saya tidak pernah ekspor, tapi produk saya ada yang diekspor, tapi yang pesan orang Indonesia," kata Samsul yang memulai usaha ini sejak enam tahun lalu.
Para perajin rotan di Kota Malang rata-rata menerima pesanan dari dalam engeri sendiri dalam setahun terakhir, meski ada juga dari mereka yang memang tidak menjual produknya ke luar negeri.
Salah satu perajin rotan Kota Malang, Imam Budiono yang memiliki usaha Tiban Jaya Rotan mengaku, tak bisa menyetok dan semua produk rotan maupun campuran dengan sintesis maupun bahan lokal seperti mendong, eceng gondok, dan lain-lain semaunya pesanan.
Tampak di gerainya yang luasnya sekitar 5x4 meter ini dipenuhi hasil olahan rotan, baik yang full rotan maupun campuran sintesis, dan bahan lokal lainnya.
Di tak pernah kurang ide, ketika pasokan rotan menurun, dirinya masih bisa memproduksi dengan bahan sintetis, atau bahan lokal lainnya seperti mendong, kayu, dan eceng gondok. "Alhamdulillah penghasilan setiap tahun meningkat," ujar Imam, Rabu (12/3/2014).
Dia mengaku penghasilan bersih setiap bulan sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta. Jumlah itu sudah bersih, setelah dipotong untuk gaji karyawan sebanyak 30 orang, tanggungan lain dan keperluan keluarga.
Dalam sepekan, Imam mampu menghasilkan 200 produk penyekat yang bahannya dari rotan, kayu, serta mendong maupun sintetis. "Penyekat ini yang dari awal saya buka usaha hingga sekarang tidak pernah sepi pemesan," katanya.
Meski sudah berkembang baik, namun dia tidak memedulikan untuk memenuhi pasar ekspor. Sebab, dirinya masih yakin jika pada tahun-tahun ke depan peluang di dalam negeri masih besar.
Hingga kini, pihaknya juga tak pernah sepi dari pesanan dari seluruh Indonesia. "Saya tidak pernah ekspor, tapi produk saya ada yang diekspor, tapi yang pesan orang Indonesia," kata Samsul yang memulai usaha ini sejak enam tahun lalu.
(izz)
Lihat Juga :