PLN target bangun pembangkit non-BBM 8,7 gigawatt
Rabu, 12 Maret 2014 - 17:09 WIB
PLN target bangun pembangkit non-BBM 8,7 gigawatt
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun pembangkit listrik tenaga gas dengan total kapasitas mencapai 8,7 gigawatt (gwt) hingga 2022. Hal tersebut merupakan komitmen perseroan dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Devisi Gas dan BBM PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan, total kapasitas sebesar 8,7 gwt terdiri dari pembangkit listrik tenaga gas dengan total 3,7 gwt dan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) dengan total kapasitas 5 gwt.
“Ini tertuang dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik PLN hingga 2022,” kata Suryadi di Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Menurut dia, pembangkit listrik menggunakan bahan bakar gas ini memerlukan infrastruktur gas sebagai faktor penunjang terlaksana program PLN. Dia menyebut bahwa wilayah Sumatera Utara merupakan pengguna BBM terbesar. Untuk menghasilkan listrik di Sumut butuh 3,2 juta kiloliter (kl) per tahun.
“Namun selesainya proyek jaringan pipa gas Arun-Belawan sepanjang 364 kilometer mampu mengurangi penggunaan BBM hingga 75 persen,” kata dia.
Dia menjelaskan, pengerjaan proyek Arun-Belawan sudah mencapai 70 persen dan diperkirakan pada Oktober mendatang sudah masuk gas.
Kepala Devisi Gas dan BBM PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan, total kapasitas sebesar 8,7 gwt terdiri dari pembangkit listrik tenaga gas dengan total 3,7 gwt dan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) dengan total kapasitas 5 gwt.
“Ini tertuang dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik PLN hingga 2022,” kata Suryadi di Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Menurut dia, pembangkit listrik menggunakan bahan bakar gas ini memerlukan infrastruktur gas sebagai faktor penunjang terlaksana program PLN. Dia menyebut bahwa wilayah Sumatera Utara merupakan pengguna BBM terbesar. Untuk menghasilkan listrik di Sumut butuh 3,2 juta kiloliter (kl) per tahun.
“Namun selesainya proyek jaringan pipa gas Arun-Belawan sepanjang 364 kilometer mampu mengurangi penggunaan BBM hingga 75 persen,” kata dia.
Dia menjelaskan, pengerjaan proyek Arun-Belawan sudah mencapai 70 persen dan diperkirakan pada Oktober mendatang sudah masuk gas.
(rna)
Lihat Juga :