Pertamina angkut minyak Aljazair ke Balikpapan
Kamis, 13 Maret 2014 - 11:45 WIB
Pertamina angkut minyak Aljazair ke Balikpapan
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (persero) akan mengolah 600 ribu barel minyak mentah dari lapangan minyak hasil akuisisi Blok 405a, Aljazair. Rencananya produksi minyak siap jual (lifting) tiba di Balikpapan pada 27 Maret 2014.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan bahwa kapal milik perseroan dengan jenis Large Range (LR) Crude Oil Pertamina, MT Gunung Geulis akan mengangkut Saharan crude sebanyak 600 ribu barel dari pelabuhan yang dikelola oleh Sonatrach untuk di bongkar di Balikpapan, Kalimantan Timur, kemudian hasil lifting tersebut akan diolah di revinery Unit (RU) V Balikpapan.
“Ini merupakan komitem Pertamina dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional,” kata Ali di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Selain mendapatkan lifting pada bulan pertama sejak closing akuisisi pada Desember 2013, operasi Blok 405A Alajazair telah meraup laba bersih sebesar USD24 juta pada 2013.
“Dengan begitu, Pertamina akan terus melanjutkan pertumbuhan organiknya dengan melakukan aksi merger dan akuisisi, baik blok dalam negeri maupun luar negeri,” ujar dia.
Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya menerangkan, atas pertimbangan kapasitas penyimpanan minyak di Arzew Alajazair dan lama waktu tempuh ke Indonesia, kegiatan lifting Saharan crude oil ini direncanakan dilakukan sebanyak dua bulan sekali. Saat ini, Pertamina memilki kapal pengangkut minyak 201 unit, dari jumlah tersebut sebanyak 59 unit merupakan kapal milik dan 142 sisanya merupakan kapal sewa.
Pertamina, kata Hanung, akan terus memperkuat armada kapal di masa-masa mendatang. Hal itu merupakan komitmen perseroan dalam mendukung transportasi hasil produksi minyak di luar negeri yang diprioritaskan untuk dibawa ke Tanah Air, seperti dari lapangan Aljazair maupun di Irak yang baru saja diakuisisi.
“Saat ini MT Gunung Geulis merupakan salah satu dari armada kapal large range crude oil, yang telah memenuhi persyaratan SIRE, sehingga dapat diterima oleh terminal-terminal migas internasional,” tutur dia.
Seperti diketahui setelah akuisisi Blok 405a milik ChonocoPhilips di Aljazair, Pertamina kini mengelola tiga lapangan minyak utama, yakni, Menzel Lejmat North, EMK dan Ourhoud. Pertamina memiliki 65 persen hak partisipasi dan sekaligus bertindak selaku operator dilapangan MLN. Selain itu, Pertamina memilki 16,9 persen hak partisipasi di Lapangan EMK dan 3,7 persen di lapangan raksasa Ourhoud.
Produksi minyak bagian Pertamina pada Oktober 2013 sebesar 23.300 barel minyak per hari (bopd) dan diharapkan akan terus meningkat hingga mencapai 32 ribu bopd pada 2016-2017. Selain di Aljazair, Pertamina pada November 2013 melalui anak usahanya, PT Pertamina Irak (EP) telah menyelesaikan proses akuisisi 10 persen hak partisipasi pada lapangan super raksasa West Qurna Phase-1 (WQ1) di Irak dari Exxon Mobil.
Berdasarkan data Pertamina, saat ini ada dua lapangan hasil akuisisi dari luar negeri yang dimiliki dan dikelola PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu blok BMG di Australia dan Blok SK-305 offshore Serawak. Selain itu, ada blok lainnya hasil akusisi Pertamina, namun dikelola oleh PHE, diantaranya Bok WD-3 di Irak. Blol 17-3 (offshore) dan Blok 123-3 (onshore) di Libya, Blok 13 offshore di Sudan dan Blok 10&11,1 (offshore) di Vietnam serta Blok 3 di Qatar.
Pertamina menargetkan pada 2025 produksi migas mencapai 2,2 juta boepd berasal dari produksi dalam negeri dan luar negeri dengan proporsi seimbang.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan bahwa kapal milik perseroan dengan jenis Large Range (LR) Crude Oil Pertamina, MT Gunung Geulis akan mengangkut Saharan crude sebanyak 600 ribu barel dari pelabuhan yang dikelola oleh Sonatrach untuk di bongkar di Balikpapan, Kalimantan Timur, kemudian hasil lifting tersebut akan diolah di revinery Unit (RU) V Balikpapan.
“Ini merupakan komitem Pertamina dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional,” kata Ali di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Selain mendapatkan lifting pada bulan pertama sejak closing akuisisi pada Desember 2013, operasi Blok 405A Alajazair telah meraup laba bersih sebesar USD24 juta pada 2013.
“Dengan begitu, Pertamina akan terus melanjutkan pertumbuhan organiknya dengan melakukan aksi merger dan akuisisi, baik blok dalam negeri maupun luar negeri,” ujar dia.
Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya menerangkan, atas pertimbangan kapasitas penyimpanan minyak di Arzew Alajazair dan lama waktu tempuh ke Indonesia, kegiatan lifting Saharan crude oil ini direncanakan dilakukan sebanyak dua bulan sekali. Saat ini, Pertamina memilki kapal pengangkut minyak 201 unit, dari jumlah tersebut sebanyak 59 unit merupakan kapal milik dan 142 sisanya merupakan kapal sewa.
Pertamina, kata Hanung, akan terus memperkuat armada kapal di masa-masa mendatang. Hal itu merupakan komitmen perseroan dalam mendukung transportasi hasil produksi minyak di luar negeri yang diprioritaskan untuk dibawa ke Tanah Air, seperti dari lapangan Aljazair maupun di Irak yang baru saja diakuisisi.
“Saat ini MT Gunung Geulis merupakan salah satu dari armada kapal large range crude oil, yang telah memenuhi persyaratan SIRE, sehingga dapat diterima oleh terminal-terminal migas internasional,” tutur dia.
Seperti diketahui setelah akuisisi Blok 405a milik ChonocoPhilips di Aljazair, Pertamina kini mengelola tiga lapangan minyak utama, yakni, Menzel Lejmat North, EMK dan Ourhoud. Pertamina memiliki 65 persen hak partisipasi dan sekaligus bertindak selaku operator dilapangan MLN. Selain itu, Pertamina memilki 16,9 persen hak partisipasi di Lapangan EMK dan 3,7 persen di lapangan raksasa Ourhoud.
Produksi minyak bagian Pertamina pada Oktober 2013 sebesar 23.300 barel minyak per hari (bopd) dan diharapkan akan terus meningkat hingga mencapai 32 ribu bopd pada 2016-2017. Selain di Aljazair, Pertamina pada November 2013 melalui anak usahanya, PT Pertamina Irak (EP) telah menyelesaikan proses akuisisi 10 persen hak partisipasi pada lapangan super raksasa West Qurna Phase-1 (WQ1) di Irak dari Exxon Mobil.
Berdasarkan data Pertamina, saat ini ada dua lapangan hasil akuisisi dari luar negeri yang dimiliki dan dikelola PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu blok BMG di Australia dan Blok SK-305 offshore Serawak. Selain itu, ada blok lainnya hasil akusisi Pertamina, namun dikelola oleh PHE, diantaranya Bok WD-3 di Irak. Blol 17-3 (offshore) dan Blok 123-3 (onshore) di Libya, Blok 13 offshore di Sudan dan Blok 10&11,1 (offshore) di Vietnam serta Blok 3 di Qatar.
Pertamina menargetkan pada 2025 produksi migas mencapai 2,2 juta boepd berasal dari produksi dalam negeri dan luar negeri dengan proporsi seimbang.
(rna)
Lihat Juga :