AAJI optimis tahun ini industri asuransi jiwa positif
Kamis, 13 Maret 2014 - 15:35 WIB
AAJI optimis tahun ini industri asuransi jiwa positif
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) optimis kondisi tahun ini akan baik bagi pertumbuhan pendapatan premi asuransi jiwa. Karena itu, AAJI industri asurnasi jiwa tahun ini jauh lebih baik dari 2013.
"Awal tahun ini kita lihat industri agak menggeliat. Indeks saham mulai membaik, rupiah juga. Kami masih yakin industri tetap berkembang dengan pertumbuhan di kisaran 20-30 persen dari 2014-2018. Kita lihat pengalaman lima tahun lalu tumbuh di level 20-30 persen. Jadi masih on the track. Apalagi pasar mikro akan mulai terliat," kata Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim, Kamis (13/3/2014).
Menurutnya, prospek positif industri asuransi jiwa ditandai dengan peningkatan signifikan dari total tertanggung di 2013 yang tumbuh 92,5 persen menjadi 88,13 juta orang dari posisi 2012 yang sebesar 45,77 juta orang.
"Kita tetap yakin, walau tahun politik, tetapi kondisi pemilu itu pasar baru, ada potensi proteksi kontenstan pemilu. Nasabah bisa naik 20 persen sampai 30 persen.
Azwar mengatakan, biasanya proses pemilu mendorong ekonomi tumbuh karena banyak uang beredar dan banyak pendadaan barang. "Pemilu bisa sumbang ekonomi tumbuh 0,2 persen. Sehingga berdampak ke industri. Selama ini dalam lima tahun terakhir industri terus tumbuh. Demikian juga dengan investasi," pungkasnya.
"Awal tahun ini kita lihat industri agak menggeliat. Indeks saham mulai membaik, rupiah juga. Kami masih yakin industri tetap berkembang dengan pertumbuhan di kisaran 20-30 persen dari 2014-2018. Kita lihat pengalaman lima tahun lalu tumbuh di level 20-30 persen. Jadi masih on the track. Apalagi pasar mikro akan mulai terliat," kata Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim, Kamis (13/3/2014).
Menurutnya, prospek positif industri asuransi jiwa ditandai dengan peningkatan signifikan dari total tertanggung di 2013 yang tumbuh 92,5 persen menjadi 88,13 juta orang dari posisi 2012 yang sebesar 45,77 juta orang.
"Kita tetap yakin, walau tahun politik, tetapi kondisi pemilu itu pasar baru, ada potensi proteksi kontenstan pemilu. Nasabah bisa naik 20 persen sampai 30 persen.
Azwar mengatakan, biasanya proses pemilu mendorong ekonomi tumbuh karena banyak uang beredar dan banyak pendadaan barang. "Pemilu bisa sumbang ekonomi tumbuh 0,2 persen. Sehingga berdampak ke industri. Selama ini dalam lima tahun terakhir industri terus tumbuh. Demikian juga dengan investasi," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :