PLN akan bangun 4 gardu induk di Jateng
Kamis, 13 Maret 2014 - 18:04 WIB
PLN akan bangun 4 gardu induk di Jateng
A
A
A
Sindonews.com - Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah Jateng dan DIY, menyusul ekspansinya sejumlah industri dari Jabodetabek ke Jateng, PT PLN Distribusi Jateng dan DIY akan menambah 4 gardu induk.
"Peta daerah industri dan bisnis tadinya banyak berlokasi di Jabodetabek. Ke depan, banyak yang akan direlokasi ke Jawa Tengah dan sekitarnya, sehingga kami harus mempersiapkan kebutuhan listriknya," kata Deputy Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jateng dan DIY Supriyono, Kamis (13/3/2014).
Supriyono menjelaskan, selama ini kita mendapat distribusi listrik dari Pedan, Klaten. Itu saja sudah kembang kempis, apalagi kalau ditambah dengan kebutuhan listrik industri, kalau dipaksakan akan terjadi overload, sehingga dibutuhkan tambahan gardu induk.
Dua lokasi gardu sudah ditentukan, yaitu Batang dan Boyolali. Sedangkan dua lokasi lainnya masih dalam penggodokan. Tergantung kawasan mana yang akan banyak didirikan pabrik.
Untuk yang di Boyolali bahkan PLN sudah menandatangani MoU dengan Pemkab Boyolali. Menurut rencana di Boyolali nantinya akan dibangun sub sistem baru berkekuatan 500 mega watt.
Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, PLN akan mulai melakukan pengkajian dan survei lapangan selama enam bulan. Setelah itu, baru akan dilakukan perencanaan pembangunan. "Realisasi pembangunan gardu induk rencananya akan dimulai tahun ini," ujarnya.
Humas dan Protokol PLN Distribusi Jateng dan DIY, Reffi Sangi menambahkan, selain melakukan penambahan gardu induk, PLN juga terus melakukan perbaikan dan terobosan terhadap pelayanan ketenagalistrikan.
"Di antaranya dengan menyederhanakan birokrasi dan mempermudah proses mendapatkan pelayanan kelistrikan untuk pelanggan-pelanggan potensial," tambahnya.
Dicontohkannya, untuk memasang SR, APP, tidak perlu jaringan JTR, dan tidak perlu tambahan gardu distribusi, proses penyambungan yang semula membutuhkan waktu 10 hari kini menjadi 5 hari. Kemudian bila hanya perlu tambahan jaringan JTR namun tidak perlu tambahan gardu listrik, dari 25 hari cukup menjadi 15 hari.
Sementara itu, dia mengimbau kepada seluruh pelanggan PLN untuk waspada terhadap oknum-oknum yang mengaku petugas PLN dan menjual Tempat Kartu Meter. Pasalaya, akhir-akhir ini banyak keluhan dari masyarakat yang mengaku didatangi petugas PLN dan menjual tempat kartu meteran dengan harga Rp7 ribu.
"PLN tidak pernah menjual alat-alat semacam itu. Kami hanya menjual listrik. Jadi masyarakat jangan mudah percaya dengan oknum yang mengaku petugas PLN," tandasnya.
"Peta daerah industri dan bisnis tadinya banyak berlokasi di Jabodetabek. Ke depan, banyak yang akan direlokasi ke Jawa Tengah dan sekitarnya, sehingga kami harus mempersiapkan kebutuhan listriknya," kata Deputy Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jateng dan DIY Supriyono, Kamis (13/3/2014).
Supriyono menjelaskan, selama ini kita mendapat distribusi listrik dari Pedan, Klaten. Itu saja sudah kembang kempis, apalagi kalau ditambah dengan kebutuhan listrik industri, kalau dipaksakan akan terjadi overload, sehingga dibutuhkan tambahan gardu induk.
Dua lokasi gardu sudah ditentukan, yaitu Batang dan Boyolali. Sedangkan dua lokasi lainnya masih dalam penggodokan. Tergantung kawasan mana yang akan banyak didirikan pabrik.
Untuk yang di Boyolali bahkan PLN sudah menandatangani MoU dengan Pemkab Boyolali. Menurut rencana di Boyolali nantinya akan dibangun sub sistem baru berkekuatan 500 mega watt.
Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, PLN akan mulai melakukan pengkajian dan survei lapangan selama enam bulan. Setelah itu, baru akan dilakukan perencanaan pembangunan. "Realisasi pembangunan gardu induk rencananya akan dimulai tahun ini," ujarnya.
Humas dan Protokol PLN Distribusi Jateng dan DIY, Reffi Sangi menambahkan, selain melakukan penambahan gardu induk, PLN juga terus melakukan perbaikan dan terobosan terhadap pelayanan ketenagalistrikan.
"Di antaranya dengan menyederhanakan birokrasi dan mempermudah proses mendapatkan pelayanan kelistrikan untuk pelanggan-pelanggan potensial," tambahnya.
Dicontohkannya, untuk memasang SR, APP, tidak perlu jaringan JTR, dan tidak perlu tambahan gardu distribusi, proses penyambungan yang semula membutuhkan waktu 10 hari kini menjadi 5 hari. Kemudian bila hanya perlu tambahan jaringan JTR namun tidak perlu tambahan gardu listrik, dari 25 hari cukup menjadi 15 hari.
Sementara itu, dia mengimbau kepada seluruh pelanggan PLN untuk waspada terhadap oknum-oknum yang mengaku petugas PLN dan menjual Tempat Kartu Meter. Pasalaya, akhir-akhir ini banyak keluhan dari masyarakat yang mengaku didatangi petugas PLN dan menjual tempat kartu meteran dengan harga Rp7 ribu.
"PLN tidak pernah menjual alat-alat semacam itu. Kami hanya menjual listrik. Jadi masyarakat jangan mudah percaya dengan oknum yang mengaku petugas PLN," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :