Emas dan perak solusi atasi krisis ekonomi dunia

Jum'at, 14 Maret 2014 - 13:35 WIB
Emas dan perak solusi...
Emas dan perak solusi atasi krisis ekonomi dunia
A A A
Sindonews.com - Penerapan ekonomi syariah sudah terbukti menjadi angin segar bagi perekonomian global. Salah satunya penerapan penggunaan emas dan perak sebagai basis moneter dan jadi solusi mengatasi krisis ekonomi dunia.

"Seluruh ilmuan muslim dunia sudah sepakat dengan ide penerapan penggunaan emas dan perak sebagai solusi atasi krisis global. Meski memang beberapa pengamat Islam sendiri masih ada yang memperdebatkan tentang sistem ekonomi syariah," ujar Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi UMY, Imamuddin Yuliadi, Jumat (14/3/2014).

Dalam seminar internasional "Towards Establishing a Macroeconomic Equilibrium between Fiscal and Monetary System" di kampus UMY, dia menuturkan, dinamika ekonomi internasional saat ini lebih dikarenakan adanya persoalan perilaku, sistem dan tatanan moneter. Dan yang menjadi patokan nilai mata uang dunia sampai saat ini masih dolar Amerika Serikat.

"Jadi, jika Amerika mengalami krisis, seluruh negara dunia akan terkena imbasnya. Karena itu, diperlukan nilai mata uang yang lebih stabil. Dan mata uang emas perak atau dinar dirham menjadi alternatif yang bisa dijadikan patokan baru," imbuhnya.

Menurutnya, sistem ekonomi syariah saat ini bukan hanya milik umat Islam. Tapi sudah menjadi suatu ilmu dan profesionalitas dalam kehidupan. Hal ini terbukti di berbagai negara besar telah menggunakan sistem ekonomi syariah seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Hongkong.

"Respon sistem ekonomi syariah terutama perbankan syariah cukup baik ditaraf internasional. Jadi, ekonomi syariah bukan masalah kepemilikan umat Islam, tapi sebagai solusi permasalahan ekonomi global," paparnya.

Sementara, Konsultan Dinar Dirham asal Spanyol Umar Vadillo menuturkan, solusi untuk mencegah krisis ekonomi global salah satunya bisa ditempuh dengan menerapkan alat tukar yang lebih stabil dikancah internasional. Dalam hal ini dengan emas dan perak (dinar dan dirham).

"Emas dan perak bisa menjadi patokan nilai mata uang yang tidak terpengaruh krisis. Karena nilainya sama dimana-mana. Selain itu, pemerintah tidak bisa membuat emas dan perak dengan sesuka hatinya," jelas dia.

Umar menerangkan, ada dua cara untuk menerapkan sistem emas dan perak tersebut. Yakni dengan menjadikan emas dan perak sebagai alat ukur mata uang atau valuta asing. Termasuk enerapkan jual beli dengan menggunakan dinar dan dirham dalam komunitas kecil terlebih dahulu.

"Keberadaan International Monetary Fund (IMF) bukan solusi untuk negara, terutama negara berkembang. Indonesia harus berani untuk keluar dari IMF. Karena IMF tidak membantu dalam menangani krisis di negara berkembang, malah memperparah. Selain itu, negara harus lebih melihat jika ingin tekan kerja sama internasional," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Jeblok Lagi, Harga Emas...
Jeblok Lagi, Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Berita Terkini
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
53 menit yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
57 menit yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
1 jam yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
2 jam yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
3 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved