Dongkrak produksi, Pertamina siapkan investasi USD3,752 miliar
Minggu, 16 Maret 2014 - 10:32 WIB
Dongkrak produksi, Pertamina siapkan investasi USD3,752 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Demi mendongkrak produksi minyak dan panas bumi nasional tahun ini, PT Pertamina (Persero) menyiapkan investasi sebesar USD3,752 miliar.
VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengungkapkan, besaran investasi tesebut lebih besar daripada realisasi investasi tahun 2013 yang mencapai USD3,02 miliar dan hampir setengah dari rencana pengeluaran tahun ini.
"Anggaran ini setara dengan 48 persen rencana capex (capital expenditure) tahun ini yang mencapai USD7,8 miliar," tutur Mundakir dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/3/2014).
Dia menjelaskan, besaran investasi tersebut akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek hulu Pertamina di tahun 2014 baik di dalam maupun di luar negeri.
"Ini untuk membiayai lebih dari 600 proyek hulu Pertamina tahun ini, baik di dalam maupun luar negeri, onshore maupun offshore, dari migas hingga panas bumi," terangnya.
Mundakir juga menambahkan, anggaran investasi migas dan panas bumi tersebut belum termasuk kinerja yang diperoleh dari akuisisi hulu yang dilakukan pihaknya untuk memacu pertumbuhan cadangan dan produksi migas.
"Anggaran investasi tersebut belum termasuk untuk akuisisi hulu guna memacu pertumbuhan cadangan dan produksi migas sesuai RJPP 2012-2016," pungkasnya.
VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengungkapkan, besaran investasi tesebut lebih besar daripada realisasi investasi tahun 2013 yang mencapai USD3,02 miliar dan hampir setengah dari rencana pengeluaran tahun ini.
"Anggaran ini setara dengan 48 persen rencana capex (capital expenditure) tahun ini yang mencapai USD7,8 miliar," tutur Mundakir dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/3/2014).
Dia menjelaskan, besaran investasi tersebut akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek hulu Pertamina di tahun 2014 baik di dalam maupun di luar negeri.
"Ini untuk membiayai lebih dari 600 proyek hulu Pertamina tahun ini, baik di dalam maupun luar negeri, onshore maupun offshore, dari migas hingga panas bumi," terangnya.
Mundakir juga menambahkan, anggaran investasi migas dan panas bumi tersebut belum termasuk kinerja yang diperoleh dari akuisisi hulu yang dilakukan pihaknya untuk memacu pertumbuhan cadangan dan produksi migas.
"Anggaran investasi tersebut belum termasuk untuk akuisisi hulu guna memacu pertumbuhan cadangan dan produksi migas sesuai RJPP 2012-2016," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :