Solusi pembangunan infrastruktur Pantura tambal sulam
Minggu, 16 Maret 2014 - 16:19 WIB
Solusi pembangunan infrastruktur Pantura tambal sulam
A
A
A
Sindonews.com - Musim penghujan beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan pada jalur lintas pantai utara atau Pantura. Sepanjang 1.300 kilometer (km) jalan rusak, padahal jalur tersebut merupakan jalur utama perekonomian di Jawa.
Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi V DPR-RI Marwan Jafar mengungkapkan, ada langkah permanen yang telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berupa membangun konstruksi yang tahan air.
"Namun ternyata konstruksi ini pun memiliki dampak negatif yang berkaitan dengan lamanya proses pengerjaan, dan solusi berikut yang dapat diambil yaitu tambal sulam," katanya seperti dilansir dari situs Kementerian PU, Minggu (16/3/2014).
Menurutnya, perbaikan jalan Pantura membutuhkan proses yang lama karena ini berkaitan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi di jalur pantura.
Sebelumnya, Menteri PU Djoko Kirmanto mengungkapkan, pemerintah atau Kementerian PU melalui Direktorat Bina Marga telah melakukan pembenahan permanen di beberapa wilayah yang telah tidak mengalami kondisi basah pada jalurnya.
Djoko menuturkan, pada Februari sebenarnya pengerjaan tahapan sementara sudah dilakukan. Ke depan, lanjut Djoko, akan melakukan pembenahan permanen di seluruh jalan yang mengalami kerusakan akibat musim penghujan.
Djoko memaparkan, pengerjaan pembenahan tahap sementara yang sudah diselesaikan pada Februari kemarin, nantinya akan dibongkar kembali untuk dirubah menjadi tahap permanen. Sementara target penyelesaiannya, Djoko mengungkapkan penanganan Pantura ditargetkan selesai pada Juni 2014.
Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi V DPR-RI Marwan Jafar mengungkapkan, ada langkah permanen yang telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berupa membangun konstruksi yang tahan air.
"Namun ternyata konstruksi ini pun memiliki dampak negatif yang berkaitan dengan lamanya proses pengerjaan, dan solusi berikut yang dapat diambil yaitu tambal sulam," katanya seperti dilansir dari situs Kementerian PU, Minggu (16/3/2014).
Menurutnya, perbaikan jalan Pantura membutuhkan proses yang lama karena ini berkaitan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi di jalur pantura.
Sebelumnya, Menteri PU Djoko Kirmanto mengungkapkan, pemerintah atau Kementerian PU melalui Direktorat Bina Marga telah melakukan pembenahan permanen di beberapa wilayah yang telah tidak mengalami kondisi basah pada jalurnya.
Djoko menuturkan, pada Februari sebenarnya pengerjaan tahapan sementara sudah dilakukan. Ke depan, lanjut Djoko, akan melakukan pembenahan permanen di seluruh jalan yang mengalami kerusakan akibat musim penghujan.
Djoko memaparkan, pengerjaan pembenahan tahap sementara yang sudah diselesaikan pada Februari kemarin, nantinya akan dibongkar kembali untuk dirubah menjadi tahap permanen. Sementara target penyelesaiannya, Djoko mengungkapkan penanganan Pantura ditargetkan selesai pada Juni 2014.
(gpr)
Lihat Juga :