Disperindag Jatim janji bantu industri rotan

Senin, 17 Maret 2014 - 18:48 WIB
Disperindag Jatim janji...
Disperindag Jatim janji bantu industri rotan
A A A
Sindonews.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur berjanji akan membantu dan menfasilitasi Industri Kecil Menengah (IKM) disektor kerajinan rotan.

Langkah tersebut dilakukan karena sampai saat ini, pasokan bahan baku masih sering tersendat akibat permainan mafia rotan di daerah penghasil.
Jika dibanding tahun kemarin, akses ke bahan baku rotan memang sudah mulai terbuka karena adanya kerja sama IKM Jatim dengan petani.

"Dalam waktu dekat, kami juga akan memperbarui kerja sama yang telah kami buat bersama Kalimantan. IKM harus difasilitasi agar mereka bisa menguasai perdagangan kerajinan rotan," kata Kepada Disperindag Jatim, Budi Setiawan, Senin (17/3/2014).

Menurutnya, tata niaga rotan memang harus dibenahi agar jalur distribusi tidak panjang. Perlu ada fasilitas yang dibangun, apakah nanti dengan membangun gudang rotan di sana atau dengan penyediaan fasilitas lainnya.

Hal ini harus dilakukan untuk menyiapkan IKM menguasai pasar industri kerajinan rotan. Selama ini, pengepul di daerah penghasil yang menguasai perdagangan rotan. Biasanya, petani diberikan upah lebih dahulu sebelum masuk hutan untuk mencari rotan.

Namun, setelah kebijakan itu diberlakukan, pengepul tidak mau lagi memberikan upah dimuka, sedangkan petani menjadi enggan mencari rotan karena tidak memiliki biaya.

Akibatnya, pasokan bahan baku rotan ke industri kerajinan rotan dalam negeri, khususnya Jatim menjadi seret akibat perlambatan kinerja ekspor kerajinan rotan ke berbagai negara tujuan.

Secara nasional, ekspor rotan pada 2013 hanya mencapai USD1,7 miliar atau sekitar 1,5 persen dari pasar rotan dunia yang mencapai USD124 miliar. Bahkan, ekspor rotan Indonesia ini jauh di bawah Vietnam yang mencapai USD4,2 miliar.

"Pasar rotan dunia cukup besar karena kerajinan rotan ini unik. Banyak konsumen dari luar negeri yang berminat, seperti Eropa, Amerika, Jepang dan Amerika Selatan. Mereka menjadi konsumen terbesar dunia karena kebiasaannya yang sering ganti furniture tiap musim," pungkas Budi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Furniture Plastik...
Industri Furniture Plastik Indonesia Berkembang Pesat dengan Inovasi dan Desain Baru
Jualan Kursi hingga...
Jualan Kursi hingga Ekspor, Chitose Cetak Peningkatan Laba di Kuartal III
Usai Garap Pasar AS,...
Usai Garap Pasar AS, Sohnne Siap Pasarkan Furnitur Indonesia ke Luar Negeri
Perkuat Industri Furnitur,...
Perkuat Industri Furnitur, IFEX 2025 Menumbuhkan Optimistis
Dorong Transformasi,...
Dorong Transformasi, Nilai Ekspor Mebel dan Kerajinan Jepara Tembus Rp5 Triliun
Berkah Pandemi buat...
Berkah Pandemi buat Industri Furnitur: Ekspor Tumbuh 5%
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
24 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
42 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved