Apindo sayangkan relokasi pabrik di Simongan

Selasa, 18 Maret 2014 - 16:55 WIB
Apindo sayangkan relokasi...
Apindo sayangkan relokasi pabrik di Simongan
A A A
Sindonews.com - Kalangan Pengusaha menyayangkan rencana Pemkot Semarang melakukan alih fungsi kawasan industri Simongan menjadi kawasan pemukiman.

Pengusaha menilai, Pemkot tidak arif dalam mengambil kebijakan. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi mengaku, kalangan pengusaha sangat menyangkan adanya alih fungsi kawasan industri Simongan.

Hal ini sama saja Pemkot mengusir secara paksa pabrik-pabrik yang sudah puluhan tahun berada di kawasan tersebut. Dia lebih menyayangkan lagi, karena terbitnya Perda No 14/2011 tentang RTRW yang menjadi dasar amanat relokasi tanpa melibatkan para pengusaha yang berada di kawasan tersebut.

"Kalau saya sebagai Ketua Apindo sangat menyesalkan terbitnya Perda itu, karena sebelumnya tanpa dibicarakan terlebih dahulu dengan para pengusaha," katanya kepada Koran Sindo, Selasa (18/3/2014).

Menurutnya, selain relokasi ada satu solusi yang bisa digunakan Pemkot Semarang, yakni pabrik-pabrik yang saat ini sudah ada tetap ditempatkan di kawasan Simongan, namun tidak boleh tambah atau melakukan perluasan.

Frans menceritakan, pabrik-pabrik yang berada di kawasan Simongan sudah ada sejak tahun 1950-an. Para pengusaha membangun pabrik di kawasan tersebut bukan atas inisiatif mereka, melaikan atas permintaan dari Pemkot pada waktu itu. Karena memang Simongan masuk kawasan Industri.

Dia mengecam Pemkot Semarang tidak teliti dalam menerbitkan Perda yang bisa menyebabkan terusirnya puluhan pabrik yang ada di kawasan Simongan. Pasalnya, kawasan tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja yang besar tetapi dari sisi ekonomi masyarkat sekitar juga banyak yang diuntungkan, dari usaha jual beli, kos-kosan, dan lainnya.

Selama ini, kata Frans, belum pernah ada komplain dari masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya pabirk-pabrik di Simongan. "Dengan direlokasi bisa jadi merupakan akhir bagi sebagian pabrik, karena apa? Tidak semua pabrik siap untuk melakukan relokasi yang membutuhkan dana besar. Kalau pabrik tutup siapa yang dirugikan? Tentu karyawan, lantas siapa yang akan menghidupi mereka?," jelasnya.

Karena itu, Pemkot perlu mengajak bicara secara baik-baik dengan para pengusaha yang ada di Simongan untuk mencari jalan terbaik. Sehingga semua pihak tidak ada yang merasa dirugikan.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang merupakan induk dari PT Phapros, salah satu pabrik yang ada di kawasan Simongan, Ismed Hasan Putro menilai, dengan adanya RTRW baru ini menunjukan tata ruang dan tata kelola yang tidak baik. "Ini jangan sempai terulang lagi," katanya.

Ismed mengatakan, dengan kondisi seperti ini, tidak ada jaminan bahwa pabrik-pabrik akan tetap berada di satu tempat dalam jangka waktu lama. Padahal, pabrik harus berada di satu tempat untuk efisiensi.

Kalaupuan pindah sifatnya adalah penambahan bukan pemindahan. "Jangan sampai di pabrik kita yang baru nanti di Ungaran sama seperti di sini, baru 10 tahun sudah di usir lagi," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PERPRINDO dan APINDO...
PERPRINDO dan APINDO Berdiskusi Terkait Wacana Pemindahan Pelabuhan Impor ke Wilayah Timur
Gelar Musprov, APINDO...
Gelar Musprov, APINDO Sulsel Pasang Standar Tinggi untuk Calon Ketua Umum
Musprov Apindo Sulsel...
Musprov Apindo Sulsel Diundur, Penjaringan Kandidat Diperpanjang
Apindo Sulsel Bakal...
Apindo Sulsel Bakal Gelar Pasar Ramadhan di Lapangan Hasanuddin
Kunjungi APINDO, Unifam...
Kunjungi APINDO, Unifam Bahas Kolaborasi dan Industri FMCG ke Depan
Bazar Ramadan Apindo...
Bazar Ramadan Apindo Makassar:
Berita Terkini
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
12 menit yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
31 menit yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
1 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
2 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved