Penyaluran kredit Bank Jatim capai Rp22 T
Kamis, 20 Maret 2014 - 16:26 WIB
Penyaluran kredit Bank Jatim capai Rp22 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mencatat penyaluran kredit perseroan hingga 2013 mencapai Rp22,08 triliun atau mengalami kenaikan 19,01 persen ketimbang capaian pada tahun sebelumnya.
Dari capaian itu, kontribusi kredit konsumer sebesar Rp14,02 triliun atau naik 18 persen, kredit komersial Rp4,23 triliun atau tumbuh 30,53 persen dan kredit UMKM senilai Rp3,83 triliun atau meningkat 11,62 persen.
Direktur Utama Bank Jatim, Hadi Sukrianto mengatakan, kontribusi kredit konsumer sebesar 63,5 persen dari total outstanding kredit. Kredit multiguna masih menjadi andalan perseroan dalam menggenjot bisnis di segmen ini.
“Di Jawa Timur ada 450 ribu pegawai, baru 50 persen yang kita garap untuk multiguna,” ujar Hadi dalam siaran persnya, Kamis (20/3/2014).
Kredit konsumer disebutnya masih didominasi kontribusi kredit multiguna sebesar Rp12,46 triliun, yang tumbuh 16 persen dari Rp10,74 triliun di tahun sebelumnya. Kemudian disusul kredit pemilikan rumah (KPR) dengan pertumbuhan 56,96 persen dari Rp653 miliar menjadi Rp1,02 triliun. Kemudian kredit lainnya naik 10,08 persen dari Rp494 miliar menjadi Rp544 miliar.
“Kita fokus masih di consumer loan. Meskipun secara bertahap kita penuhi peraturan Bank Indonesia, sehingga kredit produktif minimal di 60 persen. Untuk mempercepatnya kita dirikan unit mikro dengan target pada tahun pertama Rp600 miliar. Lalu tiap tahun berikutnya minimal Rp1 triliun,” tuturnya.
Sedangkan outstanding kredit komersial meningkat 30,53 persen secara setahunan dari Rp3,24 triliun menjadi Rp4,23 triliun. Untuk kredit usaha kecil dan menengah tumbuh 11,62 persen dari Rp3,43 triliun menjadi Rp3,83 triliun.
Dari capaian itu, kontribusi kredit konsumer sebesar Rp14,02 triliun atau naik 18 persen, kredit komersial Rp4,23 triliun atau tumbuh 30,53 persen dan kredit UMKM senilai Rp3,83 triliun atau meningkat 11,62 persen.
Direktur Utama Bank Jatim, Hadi Sukrianto mengatakan, kontribusi kredit konsumer sebesar 63,5 persen dari total outstanding kredit. Kredit multiguna masih menjadi andalan perseroan dalam menggenjot bisnis di segmen ini.
“Di Jawa Timur ada 450 ribu pegawai, baru 50 persen yang kita garap untuk multiguna,” ujar Hadi dalam siaran persnya, Kamis (20/3/2014).
Kredit konsumer disebutnya masih didominasi kontribusi kredit multiguna sebesar Rp12,46 triliun, yang tumbuh 16 persen dari Rp10,74 triliun di tahun sebelumnya. Kemudian disusul kredit pemilikan rumah (KPR) dengan pertumbuhan 56,96 persen dari Rp653 miliar menjadi Rp1,02 triliun. Kemudian kredit lainnya naik 10,08 persen dari Rp494 miliar menjadi Rp544 miliar.
“Kita fokus masih di consumer loan. Meskipun secara bertahap kita penuhi peraturan Bank Indonesia, sehingga kredit produktif minimal di 60 persen. Untuk mempercepatnya kita dirikan unit mikro dengan target pada tahun pertama Rp600 miliar. Lalu tiap tahun berikutnya minimal Rp1 triliun,” tuturnya.
Sedangkan outstanding kredit komersial meningkat 30,53 persen secara setahunan dari Rp3,24 triliun menjadi Rp4,23 triliun. Untuk kredit usaha kecil dan menengah tumbuh 11,62 persen dari Rp3,43 triliun menjadi Rp3,83 triliun.
(gpr)
Lihat Juga :