Semen Gresik dapat pinjaman Bank Mandiri Rp1,4 T
Jum'at, 21 Maret 2014 - 14:18 WIB
Semen Gresik dapat pinjaman Bank Mandiri Rp1,4 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Semen Gresik salah satu anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mendapat fasilitas non cash loan senilai Rp1,4 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jangka waktu 42 bulan.
Fasilitas tersebut akan digunakan untuk kelancaran proyek pembangungan pabrik semen baru di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dengan kapasitas 3 juta ton semen per tahun.
Penandatanganan fasilitas kredit dilakukan oleh Direktur Utama Semen Gresik Gatot Kustyadji dengan Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman, disaksikan oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dwi Soetjipto.
Selain hal tersebut, dilakukan juga penandatanganan Corporate Guarantee oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk selaku Holding dari PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa dan Thang Long Cement Vietnam, dengan Bank Mandiri sebagai jaminan atas dukungan induk kepada anak perusahaannya.
“Kerja sama di bidang finansial dengan Bank Mandiri ini dapat mendukung ekspansi Semen Indonesia melalui peningkatan kapasitas produksi di salah satu anak usaha yakni Semen Gresik. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi permintaan semen nasional yang terus meningkat setiap tahunnya. Prediksi pertumbuhan kebutuhan semen tahun ini akan meningkat sebesar 6 persen atau mencapai 63 juta ton” ujarnya Dwi dalam siaran persnya, Jumat (21/3/2014).
“Perseroan akan selalu melakukan penambahan kapasitas produksi secara terukur. Hal ini merupakan salah satu strategi perseroan untuk mempertahankan posisinya sebagai market leader di industri semen nasional,” tambah Dwi.
Tahun ini Semen Indonesia menargetkan kapasitas produksi sebesar 31,8 juta ton dan sampai dengan 2017, target tersebut meningkat hingga 40 juta ton. Pemenuhan target tersebut akan ditunjang dengan beroperasinya Pabrik Rembang dan Indarung VI yang masing-masing berkapasitas 3 juta ton. ”Kedua pabrik senilai Rp7,5 triliun ini akan dibangun pada tahun ini juga," jelas Dwi.
Fasilitas tersebut akan digunakan untuk kelancaran proyek pembangungan pabrik semen baru di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dengan kapasitas 3 juta ton semen per tahun.
Penandatanganan fasilitas kredit dilakukan oleh Direktur Utama Semen Gresik Gatot Kustyadji dengan Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman, disaksikan oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dwi Soetjipto.
Selain hal tersebut, dilakukan juga penandatanganan Corporate Guarantee oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk selaku Holding dari PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa dan Thang Long Cement Vietnam, dengan Bank Mandiri sebagai jaminan atas dukungan induk kepada anak perusahaannya.
“Kerja sama di bidang finansial dengan Bank Mandiri ini dapat mendukung ekspansi Semen Indonesia melalui peningkatan kapasitas produksi di salah satu anak usaha yakni Semen Gresik. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi permintaan semen nasional yang terus meningkat setiap tahunnya. Prediksi pertumbuhan kebutuhan semen tahun ini akan meningkat sebesar 6 persen atau mencapai 63 juta ton” ujarnya Dwi dalam siaran persnya, Jumat (21/3/2014).
“Perseroan akan selalu melakukan penambahan kapasitas produksi secara terukur. Hal ini merupakan salah satu strategi perseroan untuk mempertahankan posisinya sebagai market leader di industri semen nasional,” tambah Dwi.
Tahun ini Semen Indonesia menargetkan kapasitas produksi sebesar 31,8 juta ton dan sampai dengan 2017, target tersebut meningkat hingga 40 juta ton. Pemenuhan target tersebut akan ditunjang dengan beroperasinya Pabrik Rembang dan Indarung VI yang masing-masing berkapasitas 3 juta ton. ”Kedua pabrik senilai Rp7,5 triliun ini akan dibangun pada tahun ini juga," jelas Dwi.
(gpr)
Lihat Juga :