Industri kreatif RI diyakini bisa saingi Korea
Jum'at, 21 Maret 2014 - 18:50 WIB
Industri kreatif RI diyakini bisa saingi Korea
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perindustrian (Menperin), MS Hidayat meyakini ekomomi industri kreatif terus berkembang. Bahkan, lima tahun ke depan bisa menyaingi Korea.
Setelah melihat berkembangnya industri kreatif di Kota Denpasar, Hidayat memujuji kepemimpinan Wali Kota Denpasar, IB Rai Darmawijaya Mantra yang layak ditiru daerah lainnya.
Kedatangan Menperin ke Bali guna meresmikan Denpasar Design Center atas gagasaan Wali Kota Mantra yang tahun lalu mendapat anugerah Upakarti dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurutnya, Denpasar atau Bali merupakan brand tersendiri. Di mana dunia internasional telah mengakuinya. "Tinggal mengisi langkah-langkah strategis dengan mengikuti norma bisnis, mangandung unsur budaya sehingga produk yang dihasilkan bisa laku," katanya di Denpasar, Jumat (21/3/2014).
Di berharap, design sebagai salah satu sub sektor industri kreatif yang memanfaatkan kreativitas dan inovasi individu sebagai produk utama menjalankan kegiatan ekonomi. Design merupakan salah satu bentuk inovasi untuk mendorong produk industri kecil dan menengah (IKM), sehingga bisa menembus pasar dunia.
Tempat itu merupakan wadah untuk meningkatkan kualitas yang telah disediakan Pemkot Denpasar bagi IKM. "Dengan terintegrasinya seluruh fungsi-fungsi layanan maka saya berharap Denpasar Design Center bisa menjadi one stop service bagi pelaku IKM dalam upaya meningkatkan kualitas produk," tegasnya.
Wali Kota Denpasar, Dharmawijaya menyampaikan keberadaan IKM di Kota Denpasar sangat besar dalam penyerapan tenaga kerja, sehingga mampu menekan angka pengangguran.
Setiap tahun Pemerintah Kota Denpasar selalu memberikan bantuan baik permodalan, sarana prasarana, bahan baku maupun marketing termasuk juga asistensi dalam meningkatkan usahanya melalui inkubator tersendiri.
Untuk Denpasar Design Center untuk memfokuskan Denpasar menjadi kota kreatif. Rai Mantra mengatakan, beberapa waktu lalu Kota Denpasar diusulkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke UNESCO untuk menjadi salah satu kota kreatif.
"Dilihat perkembangannya bukan hanya seni dan budaya yang kita miliki tapi juga banyak kerajinan yang bisa mendampingi industri pariwisata," ujarnya.
Setelah melihat berkembangnya industri kreatif di Kota Denpasar, Hidayat memujuji kepemimpinan Wali Kota Denpasar, IB Rai Darmawijaya Mantra yang layak ditiru daerah lainnya.
Kedatangan Menperin ke Bali guna meresmikan Denpasar Design Center atas gagasaan Wali Kota Mantra yang tahun lalu mendapat anugerah Upakarti dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurutnya, Denpasar atau Bali merupakan brand tersendiri. Di mana dunia internasional telah mengakuinya. "Tinggal mengisi langkah-langkah strategis dengan mengikuti norma bisnis, mangandung unsur budaya sehingga produk yang dihasilkan bisa laku," katanya di Denpasar, Jumat (21/3/2014).
Di berharap, design sebagai salah satu sub sektor industri kreatif yang memanfaatkan kreativitas dan inovasi individu sebagai produk utama menjalankan kegiatan ekonomi. Design merupakan salah satu bentuk inovasi untuk mendorong produk industri kecil dan menengah (IKM), sehingga bisa menembus pasar dunia.
Tempat itu merupakan wadah untuk meningkatkan kualitas yang telah disediakan Pemkot Denpasar bagi IKM. "Dengan terintegrasinya seluruh fungsi-fungsi layanan maka saya berharap Denpasar Design Center bisa menjadi one stop service bagi pelaku IKM dalam upaya meningkatkan kualitas produk," tegasnya.
Wali Kota Denpasar, Dharmawijaya menyampaikan keberadaan IKM di Kota Denpasar sangat besar dalam penyerapan tenaga kerja, sehingga mampu menekan angka pengangguran.
Setiap tahun Pemerintah Kota Denpasar selalu memberikan bantuan baik permodalan, sarana prasarana, bahan baku maupun marketing termasuk juga asistensi dalam meningkatkan usahanya melalui inkubator tersendiri.
Untuk Denpasar Design Center untuk memfokuskan Denpasar menjadi kota kreatif. Rai Mantra mengatakan, beberapa waktu lalu Kota Denpasar diusulkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke UNESCO untuk menjadi salah satu kota kreatif.
"Dilihat perkembangannya bukan hanya seni dan budaya yang kita miliki tapi juga banyak kerajinan yang bisa mendampingi industri pariwisata," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :