Harga minyak dunia kembali naik
Sabtu, 22 Maret 2014 - 12:03 WIB
Harga minyak dunia kembali naik
A
A
A
Sindonews.com - Konflik geopolitik yang terjadi di Ukraina, yang dikhawatirakan menyebabkan ganguan pasokan memicu naiknya kembali harga minyak dunia.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (22/3/2015) bahwa harga minyak mentah Brent naik mendekati USD107 per barel menyusul sanksi Amerika Serikat terhadap Rusia lantaran Presiden Rusia menandatangani dekrit yang menyetujui Krimea sebagai negara merdeka. Rusia merupakan eksportir minyak terbesar kedua di dunia. Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan pasokan.
Harga minyak mentah Brent naik 47 sen menjadi USD106,92 per barel. Sementara harga minyak mentah AS untuk pengiriman Mei naik 56 sen menjadi USD99,46 per barel.
Di sisi lain, mata uang euro naik sedikit di atas dolar Amerika Serikat (USD) didukung data ekonomi zona Eropa yang menunjukkan rekor surplus transaksi berjalan pada bulan Januari 2014.
USD tercatat turun 0,12 persen terhadap mata uang utama. USD turun 0,17 persen atas franc Swiss dan melemah 0,22 persen atas yen Jepang. Mata uang euro mencapai intraday tertinggi 1,38011 atau naik 0,12 persen terhadap USD.
Gubernur The Fed Janet Yellen mengejutkan investor pada pertengahan pekan ini, dengan mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga lebih ceat dari perkiraan di tengah variatifnya data ekonomia AS. Yellen menyatakan akan menaikkan suku bunga acuan senam bulan setelah mengakhiri program pemangkasan stimulus.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (22/3/2015) bahwa harga minyak mentah Brent naik mendekati USD107 per barel menyusul sanksi Amerika Serikat terhadap Rusia lantaran Presiden Rusia menandatangani dekrit yang menyetujui Krimea sebagai negara merdeka. Rusia merupakan eksportir minyak terbesar kedua di dunia. Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan pasokan.
Harga minyak mentah Brent naik 47 sen menjadi USD106,92 per barel. Sementara harga minyak mentah AS untuk pengiriman Mei naik 56 sen menjadi USD99,46 per barel.
Di sisi lain, mata uang euro naik sedikit di atas dolar Amerika Serikat (USD) didukung data ekonomi zona Eropa yang menunjukkan rekor surplus transaksi berjalan pada bulan Januari 2014.
USD tercatat turun 0,12 persen terhadap mata uang utama. USD turun 0,17 persen atas franc Swiss dan melemah 0,22 persen atas yen Jepang. Mata uang euro mencapai intraday tertinggi 1,38011 atau naik 0,12 persen terhadap USD.
Gubernur The Fed Janet Yellen mengejutkan investor pada pertengahan pekan ini, dengan mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga lebih ceat dari perkiraan di tengah variatifnya data ekonomia AS. Yellen menyatakan akan menaikkan suku bunga acuan senam bulan setelah mengakhiri program pemangkasan stimulus.
(rna)
Lihat Juga :