Pembiayaan PNM Semarang naik 34,8%
Sabtu, 22 Maret 2014 - 13:48 WIB
Pembiayaan PNM Semarang naik 34,8%
A
A
A
Sindonews.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) saat ini membawahi operasional bisnis dari 26 kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), yang terbagi ke dalam empat klaster wilayah, yakni Pati, Temanggung, Purwodadi dan Semarang.
Kinerja bisnis pembiayaan PNM cabang Semarang mengalami pertumbuhan 34,8 persen dalam setahun terakhir dari Rp92,5 miliar pada Februari 2013 meningkat menjadi Rp124,8 miliar per Februari 2014.
Sekretaris Perusahaan PNM Gung Panggodo menuturkan, peningkatan penyaluran pembiayaan tersebut selaras dengan penambahan jumlah nasabah dari Rp2.162 debitur meningkat 21,6 persen menjadi Rp2.630 debitur.
Dia melanjutkan, Jawa Tengah termasuk Semarang mempunyai potensi bisnis yang cukup besar, terutama bagi pelaku UMK. Namun, seiring dengan meningkatnya standar hidup masyarakat, maka pelaku UMK di Semarang dituntut untuk bisa mengkatkan kualitas produknya sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Hal ini menjadi tantangan bagi UMKM di Semarang untuk bisa menjadi tuan rumah di wilayah sendiri,” jelasnya dalam rilisnya, Sabtu (22/3/2014).
PNM selaku mitra UMKM, kata Panggodo, punya kepentingan untuk bisa meningkatkan kapasitas dan daya saing dari sektor produktif ini. Tak hanya dari sisi dukungan pembiayaan, tetapi pelatihan dan pembinaan menjadi tahapan penting yang dilakukan perseroan untuk bisa melahirkan para pelaku UMKM yang kompetitif di era pasar bebas.
“Menjelang terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015, para pelaku UMKM nasional harus cepat berbenah untuk bisa menjaga daya saing produknya dari gempuran produk-produk sejenis dari mancanegara,” ujar dia.
Menurut Panggodo, PNM telah melaksanakan program pengembangan kasitas usaha sejak 2010, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1,46 juta pelaku UMKM. Khusus 2013, PNM telah melaksanakan 208 kali pelatihan yang diikuti oleh 9.662 pelaku UMKM atau jumlah peserta meningkat 258 persen dibandingkan pencapaian 2012.
“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para nasabah bisa lebih optimal dalam memanfaatkan jasa pembiayaan dari PNM dan sekaligus mampu meningkatkan kapasitas usahanya maupun membantu program pemerintah dalam pengembangan perekonomian masyarakat,” jelas Panggodo.
Kinerja bisnis pembiayaan PNM cabang Semarang mengalami pertumbuhan 34,8 persen dalam setahun terakhir dari Rp92,5 miliar pada Februari 2013 meningkat menjadi Rp124,8 miliar per Februari 2014.
Sekretaris Perusahaan PNM Gung Panggodo menuturkan, peningkatan penyaluran pembiayaan tersebut selaras dengan penambahan jumlah nasabah dari Rp2.162 debitur meningkat 21,6 persen menjadi Rp2.630 debitur.
Dia melanjutkan, Jawa Tengah termasuk Semarang mempunyai potensi bisnis yang cukup besar, terutama bagi pelaku UMK. Namun, seiring dengan meningkatnya standar hidup masyarakat, maka pelaku UMK di Semarang dituntut untuk bisa mengkatkan kualitas produknya sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Hal ini menjadi tantangan bagi UMKM di Semarang untuk bisa menjadi tuan rumah di wilayah sendiri,” jelasnya dalam rilisnya, Sabtu (22/3/2014).
PNM selaku mitra UMKM, kata Panggodo, punya kepentingan untuk bisa meningkatkan kapasitas dan daya saing dari sektor produktif ini. Tak hanya dari sisi dukungan pembiayaan, tetapi pelatihan dan pembinaan menjadi tahapan penting yang dilakukan perseroan untuk bisa melahirkan para pelaku UMKM yang kompetitif di era pasar bebas.
“Menjelang terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015, para pelaku UMKM nasional harus cepat berbenah untuk bisa menjaga daya saing produknya dari gempuran produk-produk sejenis dari mancanegara,” ujar dia.
Menurut Panggodo, PNM telah melaksanakan program pengembangan kasitas usaha sejak 2010, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1,46 juta pelaku UMKM. Khusus 2013, PNM telah melaksanakan 208 kali pelatihan yang diikuti oleh 9.662 pelaku UMKM atau jumlah peserta meningkat 258 persen dibandingkan pencapaian 2012.
“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para nasabah bisa lebih optimal dalam memanfaatkan jasa pembiayaan dari PNM dan sekaligus mampu meningkatkan kapasitas usahanya maupun membantu program pemerintah dalam pengembangan perekonomian masyarakat,” jelas Panggodo.
(rna)
Lihat Juga :