INDF catat penurunan laba bersih 23% pada 2013

Sabtu, 22 Maret 2014 - 15:31 WIB
INDF catat penurunan...
INDF catat penurunan laba bersih 23% pada 2013
A A A
Sindonews.com - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 23,2 persen menjadi Rp2,50 triliun dibanding 2012 sebesar Rp3,27 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Sukses Makmur Anthoni Salim mengatakan, turunnya laba tersebut didorong marjin laba bersih yang turun dari 6,5 persen menjadi 4,3 persen.

"Menurunnya laba tahun berjalan terutama juga disebabkan oleh kerugian selisih kurs," kata dia dalam rilisnya, akhir pekan ini.

Sementara itu, laba usaha juga tercatatkan menurun 2,3 persen dari sebelumnya Rp6,88 triliun menjadi Rp6,72 triliun. Marjin laba usaha turun menjadi 11,6 persen dari 13,7 persenkarena kenaikan beban operasional terutama beban gaji, upah, dan imbalan kerja karyawan, beban pengangkutan dan penanganan, serta promosi dan periklanan.

Adapun, penjualan bersih konsolidasi tercatat meningkat 15 persen menjadi Rp57,73 triliun dari tahun sebelumnya Rp50,20 triliun. Melonjaknya penjualan itu dikontribusi dari grup produk konsumen bermerek (CBP) sebesar 42 persen, Bogasari 26 persen, agribisnis 20 persen dan distribusi 8 persen serta grup budidaya dan pengolahan sayuran sekitar 4 persen.

Grup CBP membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 14 persen didorong pertumbuhan volume penjualan di seluruh divisi utama grup dan kenaikan harga jual rata-rata. Sedangkan total nilai penjualan grup Bogasari naik 17,2 persen didukung naiknya harga jual rata-rata dan volume penjualan tepung terigu.

Sementara grup agribibisnis mencatat penurunan penjualan 4,1 persen karena menurunnya penjualan produk minyak goreng. Grup distribusi naik sebesar 15,6 persen dipicu penjualan grup CBP. Sedangkan grup budidaya dan pengolahan sayuran pada September-Desember 2013 mencatat penjualan Rp2,11 triliun.

Kendati mengalami penurunan laba, perseroan akan mengejar pertumbuhan kinerja di tahun ini. "Kami akan tetap waspada dalam menentukan langkah yang akan diambil untuk mengejar pertumbuhan dan mempertahankan kinerja perusahaan ke depannya," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Chitato Rasa Mi Goreng...
Chitato Rasa Mi Goreng Hadir Lagi di Indonesia
Mantul, Laba Produsen...
Mantul, Laba Produsen Indomie Tembus Rp2,8 Triliun
Snack Lays dan Cheetos...
Snack Lays dan Cheetos Bakal 'Menghilang' dari Pasaran, Ini Sebabnya
Lays, Doritos dan Cheetos...
Lays, Doritos dan Cheetos Absen di Indonesia Mulai Agustus 2021
29 Lowongan Kerja PT...
29 Lowongan Kerja PT Indofood untuk Lulusan S1, Peluang Karier di Perusahaan Besar
Indofood CBP Borong...
Indofood CBP Borong 49 Persen Saham Pepsico di IFL
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
24 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved