AR-Card, media promosi produk kerajinan DIY
Minggu, 23 Maret 2014 - 16:58 WIB
AR-Card, media promosi produk kerajinan DIY
A
A
A
Sindonews.com - Media promosi merupakan salah satu faktor keberhasilan pengenalan produk kerajinan dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang beraneka ragam dan memiliki nilai budaya tinggi. Namun, media promosi yang banyak digunakan masih memiliki kekurangan di tingkat interaktifitas penggunanya.
Fenomena tersebut memberikan ide bagi Hardika Dwi Hermawan, mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2011 untuk menciptakan media promosi baru yang memanfaatkan teknologi Augmented Reality. Ide tersebut dituliskannya dalam karya tulis ilmiah yang berjudul "AR Card-Jogja Handicraft: Media Promosi Interaktif Untuk Mengenalkan Produk Kerajinan Yogyakarta Menggunakan Teknologi Augmented Reality".
Produk AR-Card ini merupakan hasil pengembangan Dika, sapaan akrabnya dari mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). IMK, salah satu mata kuliah wajib yang ditempuh Hardika selaku mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Informatika yang dibimbing oleh Ratna Wardani.
"Teknologi Augmented Reality merupakan teknologi yang menggabungkan dunia maya dengan dunia realtime. Saya pun memilih mepromosikan produk kerajinan DIY dengan alasan masih banyak para perajin kita yang memiliki produk berkualitas, namun mengalami kesulitan dalam hal pemasaran," ujarnya, Minggu (23/3/2014).
Menurutnya, dengan teknologi ini, AR-Card yang memiliki marker yang merupakan kode khusus bagi setiap produk kerajinan, jika dilihat menggunakan kamera yang telah dilengkapi aplikasi khusus pembaca marker AR-Card, mampu menampilkan bentuk produk kerajinan yang mampu dilihat dari segala arah (3 dimensi).
"Proses kerja dari AR-Card ini cukup simpel. Dengan mengarahkan marker yang ada di kartu ke kamera, otomatis akan memanggil database yang ada di aplikasi, kemudian ditampilkan dalam layar," kata dia.
Inovasi media promosi yang menggunakan teknologi Augmented Reality tersebut pun berhasil meraih juara 1 dalam lomba karya tulis ilmiah Industrial Engineering Fair.
Acara itu diselenggarakan di Universitas Sumatera Utara (USU) pada 4-6 Maret 2014 lalu dengan tema "Inovasi Teknologi dan Rekayasa Industri dalam Peningkatan Produk-Produk Lokal dalam Persaingan Global".
Fenomena tersebut memberikan ide bagi Hardika Dwi Hermawan, mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2011 untuk menciptakan media promosi baru yang memanfaatkan teknologi Augmented Reality. Ide tersebut dituliskannya dalam karya tulis ilmiah yang berjudul "AR Card-Jogja Handicraft: Media Promosi Interaktif Untuk Mengenalkan Produk Kerajinan Yogyakarta Menggunakan Teknologi Augmented Reality".
Produk AR-Card ini merupakan hasil pengembangan Dika, sapaan akrabnya dari mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). IMK, salah satu mata kuliah wajib yang ditempuh Hardika selaku mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Informatika yang dibimbing oleh Ratna Wardani.
"Teknologi Augmented Reality merupakan teknologi yang menggabungkan dunia maya dengan dunia realtime. Saya pun memilih mepromosikan produk kerajinan DIY dengan alasan masih banyak para perajin kita yang memiliki produk berkualitas, namun mengalami kesulitan dalam hal pemasaran," ujarnya, Minggu (23/3/2014).
Menurutnya, dengan teknologi ini, AR-Card yang memiliki marker yang merupakan kode khusus bagi setiap produk kerajinan, jika dilihat menggunakan kamera yang telah dilengkapi aplikasi khusus pembaca marker AR-Card, mampu menampilkan bentuk produk kerajinan yang mampu dilihat dari segala arah (3 dimensi).
"Proses kerja dari AR-Card ini cukup simpel. Dengan mengarahkan marker yang ada di kartu ke kamera, otomatis akan memanggil database yang ada di aplikasi, kemudian ditampilkan dalam layar," kata dia.
Inovasi media promosi yang menggunakan teknologi Augmented Reality tersebut pun berhasil meraih juara 1 dalam lomba karya tulis ilmiah Industrial Engineering Fair.
Acara itu diselenggarakan di Universitas Sumatera Utara (USU) pada 4-6 Maret 2014 lalu dengan tema "Inovasi Teknologi dan Rekayasa Industri dalam Peningkatan Produk-Produk Lokal dalam Persaingan Global".
(izz)
Lihat Juga :