Total pembiayaan PNM Jember Rp404,4 M
Minggu, 23 Maret 2014 - 17:25 WIB
Total pembiayaan PNM Jember Rp404,4 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dari sisi pembiayaan mencatat total modal yang dikucurkan PNM Cabang Jember sejak beroperasi pada 2009 hingga Februari 2014 mencapai Rp404,4 miliar.
Dari total tersebut, jumlah penerima manfaat sebanyak 5.700 pelaku Usaha Mikor dan Kecil (UMK). Modal usaha PNM Cabang Jember tersebut disalurkan melalui 25 gerai ULaMM, yang beroperasi di bawah koordinasi empat kantor klaster, yakni Banyuwangi, Jember, Besuki, dan Tanggul.
Apabila mengamati kinerja PNM Cabang PNM dalam setahun terakhir, dari sisi pembiayaan mengalami pertumbuhan 37 persen, dengan outstanding yang tercatat per Februari 2014 sebesar Rp153,5 miliar.
Sementara, dari sisi nasabah, terjadi pertumbuhan debitur sebesar Rp36 persen menjadi 2.799 debitur per Februari 2014. "Sektor usaha yang paling dominan menyerap kredit ULaMM adalah sektor usaha perdagangan, jasa pertanian dan industri," kata Direktur Bisnis Mikro II PNM, Carolina Dina Rusdiana dalam rilis, Minggu (23/3/2014).
Dia menuturkan, PNM tidak hanya melihat UMKM sebagai pasar, tetapi juga aset bisnis yang harus ditingkatkan kapasitas usahanya. Karena itu, PNM secara regular aktif menyelenggarkaan kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha sebagai bentuk retensi kepada nasabah.
"Pelatihan dilakukan berjenjang, baik di tingkat unit atau ULaMM, klaster atau gabungan beberapa unit, hingga cabang," ujarnya.
Carolina mengatakan, jenis pelatihan yang diberikan PNM cukup beragam. Antara lain pembekalan kemampuan teknis seperti sertifikasi Pendaftaran Industri Rumah Tangga (P-IRT), cara pengemasan, pengolahan produk, serta inovasi dan strategi pemasaran.
"Kami juga sering mengikutsertakan UMKM nasabah ULaMM dalam kegiatan pameran produk dan seminar guna memperluas wawasan dan jaringan usaha," kata dia.
Selain itu, PNM juga aktif dalam pendampingan klasterisasi industri UMKM seperti industri rempeyek pelemadu di Bantul, industri keripik singkong solear di Tangerang, industri keset kain limbah di Semarang, industri gula semut di Pacitan, industri gula kelapa kubu raya di Pontianak, serta industri keripik slondok di Magelang.
Sementara, klasterisasi berikutnya yang tengah dipersiapkan PNM meliputi industri perajin opak di Deli Serdang dan Serdang Bedagai, pengolahan kopi Kintamani di Bangli, kerajinan perak dan swarsa di Mojokerto, rendang telor di Payakumbuh, dan budidaya ikan hias di Depok.
Dari total tersebut, jumlah penerima manfaat sebanyak 5.700 pelaku Usaha Mikor dan Kecil (UMK). Modal usaha PNM Cabang Jember tersebut disalurkan melalui 25 gerai ULaMM, yang beroperasi di bawah koordinasi empat kantor klaster, yakni Banyuwangi, Jember, Besuki, dan Tanggul.
Apabila mengamati kinerja PNM Cabang PNM dalam setahun terakhir, dari sisi pembiayaan mengalami pertumbuhan 37 persen, dengan outstanding yang tercatat per Februari 2014 sebesar Rp153,5 miliar.
Sementara, dari sisi nasabah, terjadi pertumbuhan debitur sebesar Rp36 persen menjadi 2.799 debitur per Februari 2014. "Sektor usaha yang paling dominan menyerap kredit ULaMM adalah sektor usaha perdagangan, jasa pertanian dan industri," kata Direktur Bisnis Mikro II PNM, Carolina Dina Rusdiana dalam rilis, Minggu (23/3/2014).
Dia menuturkan, PNM tidak hanya melihat UMKM sebagai pasar, tetapi juga aset bisnis yang harus ditingkatkan kapasitas usahanya. Karena itu, PNM secara regular aktif menyelenggarkaan kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha sebagai bentuk retensi kepada nasabah.
"Pelatihan dilakukan berjenjang, baik di tingkat unit atau ULaMM, klaster atau gabungan beberapa unit, hingga cabang," ujarnya.
Carolina mengatakan, jenis pelatihan yang diberikan PNM cukup beragam. Antara lain pembekalan kemampuan teknis seperti sertifikasi Pendaftaran Industri Rumah Tangga (P-IRT), cara pengemasan, pengolahan produk, serta inovasi dan strategi pemasaran.
"Kami juga sering mengikutsertakan UMKM nasabah ULaMM dalam kegiatan pameran produk dan seminar guna memperluas wawasan dan jaringan usaha," kata dia.
Selain itu, PNM juga aktif dalam pendampingan klasterisasi industri UMKM seperti industri rempeyek pelemadu di Bantul, industri keripik singkong solear di Tangerang, industri keset kain limbah di Semarang, industri gula semut di Pacitan, industri gula kelapa kubu raya di Pontianak, serta industri keripik slondok di Magelang.
Sementara, klasterisasi berikutnya yang tengah dipersiapkan PNM meliputi industri perajin opak di Deli Serdang dan Serdang Bedagai, pengolahan kopi Kintamani di Bangli, kerajinan perak dan swarsa di Mojokerto, rendang telor di Payakumbuh, dan budidaya ikan hias di Depok.
(izz)
Lihat Juga :