Defisit BBM capai 608 ribu bph
Senin, 24 Maret 2014 - 16:58 WIB
Defisit BBM capai 608 ribu bph
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah menyebut negara saat ini mengalami defisit bahan bakar minyak (BBM) mencapai 608 ribu barel per hari (bph) dari total konsumsi dalam negeri sebesar 1,26 juta bph.
Kepala Sub Direktorat Pengangkutan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Isnaini mengatakan, tingginya impor BBM tersebut seiring dengan peningkatan konsumsi BBM nasional yang tidak disertai dengan penambahan kilang baru.
“Kami berharap badan usaha berinvestasi membangun kilang minyak,” kata dia, di Jakarta, Senin (24/3/2014).
Setidaknya, Isna menjelaskan, Indonesia membutuhkan dua kilang baru guna mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Adapun kebutuhan kilang masing-masing berkapasitas 300 ribu bph atau dua kali lipat kapasitas kilang milik PT Pertamina (persero).
Menurut dia, kapasitas kilang minyak negara mencapai 1,1157 juta bph. Sementara produksi minyak Indonesia yang dapat diolah kilang dalam negeri hanya sekitar 649 ribu bph.
“Untuk mengatasinya maka Indonesia butuh dua kilang baru,” jelasnya.
Sebenarnya Indonesia berkeinginan memiliki kilang baru sejak 1998, namun rencana tersebut belum terwujud karena biaya yang dibutuhkan sangat besar sementara marginnya kecil. “Maka diupayakan untuk adanya insentif,” kata dia.
Kepala Sub Direktorat Pengangkutan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Isnaini mengatakan, tingginya impor BBM tersebut seiring dengan peningkatan konsumsi BBM nasional yang tidak disertai dengan penambahan kilang baru.
“Kami berharap badan usaha berinvestasi membangun kilang minyak,” kata dia, di Jakarta, Senin (24/3/2014).
Setidaknya, Isna menjelaskan, Indonesia membutuhkan dua kilang baru guna mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Adapun kebutuhan kilang masing-masing berkapasitas 300 ribu bph atau dua kali lipat kapasitas kilang milik PT Pertamina (persero).
Menurut dia, kapasitas kilang minyak negara mencapai 1,1157 juta bph. Sementara produksi minyak Indonesia yang dapat diolah kilang dalam negeri hanya sekitar 649 ribu bph.
“Untuk mengatasinya maka Indonesia butuh dua kilang baru,” jelasnya.
Sebenarnya Indonesia berkeinginan memiliki kilang baru sejak 1998, namun rencana tersebut belum terwujud karena biaya yang dibutuhkan sangat besar sementara marginnya kecil. “Maka diupayakan untuk adanya insentif,” kata dia.
(rna)
Lihat Juga :