Produksi pulp APRIL turun 200 ribu ton

Selasa, 25 Maret 2014 - 10:31 WIB
Produksi pulp APRIL...
Produksi pulp APRIL turun 200 ribu ton
A A A
Sindonews.com - Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) diserukan untuk fokus mencapai tenggat waktu pemenuhan bahan baku yang sepenuhnya berasal dari hutan tanaman pada 2019.

Perusahaan yang mengoperasikan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) itu harus merealisasikan komitmen untuk konservasi seluas areal penanamannya yang mencapai 450 ribu hektare (ha).

Demikian rekomendasi dari komite penasehat para pihak independen (Stakeholder Advisory Committee/SAC) terhadap produsen bubur kayu dan kertas terbesar kedua di Asia itu.

"Komitmen APRIL mendapat banyak perhatian publik. Kami akan memantau, memastikan perusahaan itu merealisasikan komitmennya," kata ketua komite Joe Lawson, Selasa (25/3/2014).

Komite tersebut melakukan pertemuan untuk pertama kalinya, pekan kemarin setelah APRIL mencanangkan peningkatan kebijakan pengelolaan hutan lestari pada akhir Januari. Komite terdiri dari lima pakar kehutanan dan sosial indepeden yang bakal mengawal dan memberi rekomendasi perbaikan untuk penerapan kebijakan pegelolaan hutan APRIL.

Hasil penting lainnya dari pertemuan komite adalah pengakuan bahwa kebijakan APRIL cukup komprehensif dan dapat digunakan sebagai dasar verifikasi komitmen pengelolaan hutan lestari perusahaan. Kemudian ditetapkannya tahapan kerja bagi komite dalam memantau komitmen APRIL.

Perusahaan itu sudah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan rekomendasi dari komite. Selain itu, kesepakatan untuk menggelar forum para pihak jika memang diperlukan. Hasil penting lainnya dari pertemuan komite adalah dilakukannya audit independen setiap akhir tahun untuk melihat kinerja capaian kebijakan pengelolaan hutan lestari APRIL.

APRIL mengelola konsesi hutan di Riau untuk memenuhi pasokan bahan baku bagi pabriknya yang ada di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau. Akhir Januari, perusahaan tersebut mengumumkan komitmen untuk melakukan konservasi, restorasi dan melindungi hutan yang dikategorikan bernilai konservasi tinggi (HCV).

Selain itu, APRIL yang menangungi PT RAPP menetapkan kebijakan moratorium pemanenan dan pengembangan pada setiap jengkal hutan yang belum dilakukan kajian HCV. Perusahan juga memblokir bahan baku kayu yang berasal dari hutan bernilai konservasi tinggi.

Presiden APRIL, Praveen Singhavi mengungkapkan, saat ini sumber bahan baku APRIL merupakan kombinasi dari hutan tanaman ditambah kayu dari hutan terdegradasi yang tidak dikategorikan sebagai HCV. Kayu tambahan tersebut diperlukan untuk memenuhi selisih pasokan sampai 2019.

"Selisih ketersediaan bahan baku tersebut terjadi karena APRIL menghadapi perlambatan pengembangan hutan tanaman untuk melakukan kajian HCV di konsesinya," katanya.

Sementara, Presiden Direktur RAPP, Kusnan Rahmin menjelaskan, pihaknya mempredikasi adanya penurunan produksi pulp sekitar 200 ribu ton sampai Juni. Hal ini terjadi akibat penerapan kebijakan pengelolaan hutan lestari Januari yang mengharuskan mitra pemasok untuk melakukan kajian Nilai Konservasi Tinggi (NKT) terlebih dahulu. Meski demikian, Kusnan yakin hal itu tidak akan menggangu kinerja perusahaan.

"Hal itu juga tidak akan mengganggu penjualan kami ke pembeli yang sudah melakukan kontrak sebelumnya," katanya.

Kapasitas terpasang RAPP saat ini mencapai 2,7 juta ton pulp dan 800.000 ton kertas setiap tahun. Penambahan kapasitas pabrik dihentikan sampai tercapainya pasokan bahan baku yang sepenuhnya dari hutan tanaman.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank DKI Pimpin Sindikasi...
Bank DKI Pimpin Sindikasi Kredit Rp1,5 triliun untuk PT Oki Pulp and Paper Mills
Kolaborasi BPD Salurkan...
Kolaborasi BPD Salurkan Kredit ke Indah Kiat Pulp and Paper
PT RAPP Kirim 500 Ton...
PT RAPP Kirim 500 Ton Oksigen Medis Bantu Penanganan COVID-19 di Jawa
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Menhut Audit PT Toba Pulp atas Dugaan Penyebab Banjir Sumut
PT TPL Salurkan Sembako...
PT TPL Salurkan Sembako dan Air Bersih bagi Korban Banjir Bandang Samosir
Mangrove Terluas di...
Mangrove Terluas di Kepulauan Riau Jadi Wisata Andalan Natuna
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
8 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved