BNI London raup pendapatan bunga USD4,94 juta
Selasa, 25 Maret 2014 - 14:15 WIB
BNI London raup pendapatan bunga USD4,94 juta
A
A
A
Sindonews.com - BNI cabang London meraup pendapatan bunga senilai USD4,94 juta pada akhir 2013 dari aktivitas kredit dan trade finance yang difokuskan pada bisnis-bisnis di Eropa, yang berhubungan dengan Indonesia, diantaranya ekspor impor yang melibatkan pengusaha Indonesia dengan Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin.
Atas pencapaian ini BNI optimis dapat meraih kinerja yang lebih baik lagi pada 2014. Optimisme itu didapat dari perbandingan antara pendapatan bunga tahun 2013, yang meningkat dibandingkan 2012, di mana pendapatan bunga BNI cabang London tahun 2013 mencapai USD3 juta.
Pemimpin BNI cabang London Nungki Indriaty mengatakan, pelayanan BNI cabang London dalam mendukung perdagangan internasional antara pelaku usaha Indonesia dengan pebisnis Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin sangat signifikan, sehingga jumlah aset trade dan kredit yang dilayaninya mencapai USD190 juta.
Sebagian besar dari aset itu berupa pembiayaan impor untuk nasabah-nasabah korporasi BNI, di samping aktivitas BNI London membeli asset trade dari pasar sekunder. “Aktivitas ini tetap dipertahankan pada tahun 2014," ” ujar dia dalam rilisnya, Selasa (25/3/2014).
Besarnya asset trade finance yang dilayani oleh BNI London juga menjadi sumber fee based income (pendapatan berbasis komisi), yang patut diperhitungkan.
Atas pencapaian ini BNI optimis dapat meraih kinerja yang lebih baik lagi pada 2014. Optimisme itu didapat dari perbandingan antara pendapatan bunga tahun 2013, yang meningkat dibandingkan 2012, di mana pendapatan bunga BNI cabang London tahun 2013 mencapai USD3 juta.
Pemimpin BNI cabang London Nungki Indriaty mengatakan, pelayanan BNI cabang London dalam mendukung perdagangan internasional antara pelaku usaha Indonesia dengan pebisnis Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin sangat signifikan, sehingga jumlah aset trade dan kredit yang dilayaninya mencapai USD190 juta.
Sebagian besar dari aset itu berupa pembiayaan impor untuk nasabah-nasabah korporasi BNI, di samping aktivitas BNI London membeli asset trade dari pasar sekunder. “Aktivitas ini tetap dipertahankan pada tahun 2014," ” ujar dia dalam rilisnya, Selasa (25/3/2014).
Besarnya asset trade finance yang dilayani oleh BNI London juga menjadi sumber fee based income (pendapatan berbasis komisi), yang patut diperhitungkan.
(rna)
Lihat Juga :