Kemenkop gelontorkan Rp54 M untuk wirausahawan
Selasa, 25 Maret 2014 - 17:29 WIB
Kemenkop gelontorkan Rp54 M untuk wirausahawan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) memberikan suntikan dana sebesar Rp54 miliar guna merangsang masyarkat untuk menggeluti dunia wirausaha.
Dana tersebut bentukanya dana hibah dan akan diberikan kepada 5.000 wirausahawan di seluruh pelosok Indonesia. Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kemenkop UKM Prakoso Budi Susetyo di hadapan ratusan mahasiswa dan wirausahawan muda di Jateng saat pembukaan gerakan kewirausaah Nasional di Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Peleburan, Semarang, Selasa (25/3/2014).
"Tahun ini jumlah dana yang dihibahkan naik dari tahun sebelumnya. tahun lalu pemerintah juga telah menggelontorkan Rp50 miliar kepada 3.860 wirausahawan," ujarnya.
Dana akan digelontor ke seluruh Provinsi di Indonesia termasuk Jawa Tengah. Nilai dana yang akan digelontorkan pun bervariasi, maksimal Rp25 juta tergantung jenis usaha yang dilakukan. Jika usaha yang dilakukan memang cukup potensial, dana yang digelontorkan pun bisa semakin besar.
"Di Jateng bisa lebih dari Rp1 miliar jika memang nantinya ada wirausahawan yang benar-benar memiliki usaha yang potensial. Kalau bisnis peyek mungkin modal Rp500 ribu cukup. Tapi kalau buka bengkel Rp25 juta bisa jadi kurang," imbuhnya.
Untuk bisa mendapatkan dana hibah tersebut wirausahawan harus menyerahkan business plan kepada panitia. Business plan ini akan diseleksi juri yang terdiri dari akademisi, praktisi serta Dinas Koperasi dan UKM.
Dia mengungkapkan, dana tersebut baru akan digelontorkan setelah Pemilu 2014, sesuai rekomendasi dari KPK. Namun, diharapkan dana sudah bisa cair tanpa menunggu sampai pemilihan presiden. "Kalau menunggu sampai pilpres terlalu lama dan akan menggangu upaya mendorong pertumbuhan UMKM," katanya.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut baik Gerakan Kewirausahaan Nasional ini. Di Jawa Tengah diharapkan bisa menjaring calon wirausahwan muda sebanyak-banyaknya.
"Dana ini harus dimanfaatkan dengan baik. Sudah saatnya anak-anak muda menangkap peluang dengan terjun ke dalam bidang industri kreatif," katanya.
Dihadapan ratusan mahasiwa, Ganjar berpesan sebagai generasi muda harus menghilangkan mental pegawai dan mengharapkan lapangan kerja. Tetapi sebaliknya, sebagai kaum muda harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan. "Banyak peluang yang bisa digali, tidak perlu mengharapkan menjadi pegawai," pungkasnya.
Dana tersebut bentukanya dana hibah dan akan diberikan kepada 5.000 wirausahawan di seluruh pelosok Indonesia. Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kemenkop UKM Prakoso Budi Susetyo di hadapan ratusan mahasiswa dan wirausahawan muda di Jateng saat pembukaan gerakan kewirausaah Nasional di Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Peleburan, Semarang, Selasa (25/3/2014).
"Tahun ini jumlah dana yang dihibahkan naik dari tahun sebelumnya. tahun lalu pemerintah juga telah menggelontorkan Rp50 miliar kepada 3.860 wirausahawan," ujarnya.
Dana akan digelontor ke seluruh Provinsi di Indonesia termasuk Jawa Tengah. Nilai dana yang akan digelontorkan pun bervariasi, maksimal Rp25 juta tergantung jenis usaha yang dilakukan. Jika usaha yang dilakukan memang cukup potensial, dana yang digelontorkan pun bisa semakin besar.
"Di Jateng bisa lebih dari Rp1 miliar jika memang nantinya ada wirausahawan yang benar-benar memiliki usaha yang potensial. Kalau bisnis peyek mungkin modal Rp500 ribu cukup. Tapi kalau buka bengkel Rp25 juta bisa jadi kurang," imbuhnya.
Untuk bisa mendapatkan dana hibah tersebut wirausahawan harus menyerahkan business plan kepada panitia. Business plan ini akan diseleksi juri yang terdiri dari akademisi, praktisi serta Dinas Koperasi dan UKM.
Dia mengungkapkan, dana tersebut baru akan digelontorkan setelah Pemilu 2014, sesuai rekomendasi dari KPK. Namun, diharapkan dana sudah bisa cair tanpa menunggu sampai pemilihan presiden. "Kalau menunggu sampai pilpres terlalu lama dan akan menggangu upaya mendorong pertumbuhan UMKM," katanya.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut baik Gerakan Kewirausahaan Nasional ini. Di Jawa Tengah diharapkan bisa menjaring calon wirausahwan muda sebanyak-banyaknya.
"Dana ini harus dimanfaatkan dengan baik. Sudah saatnya anak-anak muda menangkap peluang dengan terjun ke dalam bidang industri kreatif," katanya.
Dihadapan ratusan mahasiwa, Ganjar berpesan sebagai generasi muda harus menghilangkan mental pegawai dan mengharapkan lapangan kerja. Tetapi sebaliknya, sebagai kaum muda harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan. "Banyak peluang yang bisa digali, tidak perlu mengharapkan menjadi pegawai," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :