BPH Migas terus awasi program RFID

Selasa, 25 Maret 2014 - 20:54 WIB
BPH Migas terus awasi...
BPH Migas terus awasi program RFID
A A A
Sindonews.com - Kepala Badan Pengatur Hilir minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng mengatakan, hingga kini terus memantau kemajuan pemasangan radio frequency identification (RFID).

Selain itu, dalam mengekfektifkan pengendalian BBM bersubsidi, Andy mengusulkan, terdapat tambahan dalam melarang penggunaan BBM bersubsidi dan kemudian dimasukkan dalam revisi Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2013.

“Kami berharap usulan ini masuk dalam revisi Permen. Kami minta ada tambahan lagi pengguna yang dilarang menggunakan BBM subsidi,” ungkapnya.

Dikatakannya, dalam Permen hanya memuat beberapa kendaraan yang dilarang menggunakan BBM bersubsidi, diantaranya, kendaraan dinas, kendaraan operasional pertambangan dan peekebunan maupun kehutanan. Maka BPH Migas mengusulkan untuk taksi, bus pariwisata dan mobil mewah tidak lagi diizinkan menggunakan BBM bersubsidi. “Tapi kami hanya mengusulkan. Keputusan berada di Kementerian,” tutur Andy.

Di sisi lain terkait pembelian BBM non tunai, Andy juga meminta agar segera dimasukkan dalam Permen. Lantaran hingga kini program ini masih tersendat karena belum disahkannya program pembelian non tunai dalam aturan Menteri ESDM. “Peraturan belum memuat ketentuan tersebut jadi belum bisa diterapkan,” kata dia.

Perlu dimengerti, kebijakan BBM non tunai udah diuji coba di tiga kota besar yakni, DKI Jakarta, Bali dan Batam. Adapun sebagian masyarakat telah menggunakan kartu kreditnya maupun kartu debit dalam membeli BBM untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Sebelumnya, Menteri Perokonomian Hatta Rajasa mengatakan, program pengendalian BBM bersubsidi jalan di tempat. Padahal saat ini pemerintah fokus agar konsumsi BBM bersubsidi tidak boleh melebihi kuota 48 juta kiloliter (kl) yang telah ditentukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Hatta, karena besarnya impor BBM akan mengancam stabilitas ekonomi nasional karena tingginya konsumsi berhubungan dengan anggaran subsidi sehingga mengancam kesehatan fiskal. “Mana itu RFID, ngomong doang capek kita, mana itu pengendalian,” keluh Hatta.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah akan Batasi...
Pemerintah akan Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 Oktober 2024
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
PBOIN Tolak Pembatasan...
PBOIN Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Daftar Mobil yang Dilarang...
Daftar Mobil yang Dilarang Konsumsi Pertalite Mulai September 2022
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Masih Tersendat Aturan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Pembatasan BBM Subsidi
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
2 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
2 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
3 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
3 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Infografis
Jika Israel Langgar...
Jika Israel Langgar Gencatan Senjata, Houthi akan Terus Menyerang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved