Nyepi, jalan tol Bali kehilangan pendapatan Rp275 juta
Kamis, 27 Maret 2014 - 18:29 WIB
Nyepi, jalan tol Bali kehilangan pendapatan Rp275 juta
A
A
A
Sindonews.com - Penutupan jalan tol Bali Mandara selama perayaan Hari Nyepi diperkirakan mengakibatkan PT Jasa Marga Bali Tol (JBT) kehilangan potensi pendapatan hingga Rp275 juta.
Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim mengungkapkan, sesuai surat edaran gubernur, selama pelaksanaan hari Nyepi, pihaknya menutup jalan tol sepanjang 12,4 kilometer itu bagi aktivitas kendaraan.
Penutupan total jalan tol dilaksanakan mulai Minggu (30/3) sekitar pukul 22.00 Wita hingga Senin 1 April mulai pukul 08.00 Wita. Penutupan berlangsung selama 34 jam.
Hal itu dilakukan untuk melaksanakan imbauan sebagaiamana surat edaran gubernur dalam rangka menghormati mayarakat Hindu yang melaksanakan hari Nyepi agar dapat berlangsung khusuk terbebas dari kebisingan lalu lintas dan gangguan lainnya.
Atas penutupan itu, bukan berarti pihaknya kehilangan pendapatan dari tarif masuk jalan tol untuk berbagai jenis kendaraan. "Diperkirakan ada pendapatan Rp275 juta saat penutupan jalan tol selama 34 jam," beber Tito dalam keterangan resminya, Kamis (27/3/2014).
Untuk kendaraan yang melintas setiap harinya diperkirakan mencapai 40 ribu unit, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat atau lebih. Guna menjamin kelancaran selama perayaan Nyepi, saat penutupan jalan tol dikerahkan petugas di tiga titik atau mulut jalan tol yang melintas di atas perairan itu.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya hal yang tidak diinginkan selama Nyepi, sehinga petugas tetap disiagakan. Ada tiga titik yang disiagakan petugas masing-masing dijaga lima orang sehingga ada 15 orang petugas yang bersiaga. Selain itu, untuk pengawasan jalan tol terus dilakukan dengan kamera CCTV.
Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim mengungkapkan, sesuai surat edaran gubernur, selama pelaksanaan hari Nyepi, pihaknya menutup jalan tol sepanjang 12,4 kilometer itu bagi aktivitas kendaraan.
Penutupan total jalan tol dilaksanakan mulai Minggu (30/3) sekitar pukul 22.00 Wita hingga Senin 1 April mulai pukul 08.00 Wita. Penutupan berlangsung selama 34 jam.
Hal itu dilakukan untuk melaksanakan imbauan sebagaiamana surat edaran gubernur dalam rangka menghormati mayarakat Hindu yang melaksanakan hari Nyepi agar dapat berlangsung khusuk terbebas dari kebisingan lalu lintas dan gangguan lainnya.
Atas penutupan itu, bukan berarti pihaknya kehilangan pendapatan dari tarif masuk jalan tol untuk berbagai jenis kendaraan. "Diperkirakan ada pendapatan Rp275 juta saat penutupan jalan tol selama 34 jam," beber Tito dalam keterangan resminya, Kamis (27/3/2014).
Untuk kendaraan yang melintas setiap harinya diperkirakan mencapai 40 ribu unit, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat atau lebih. Guna menjamin kelancaran selama perayaan Nyepi, saat penutupan jalan tol dikerahkan petugas di tiga titik atau mulut jalan tol yang melintas di atas perairan itu.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya hal yang tidak diinginkan selama Nyepi, sehinga petugas tetap disiagakan. Ada tiga titik yang disiagakan petugas masing-masing dijaga lima orang sehingga ada 15 orang petugas yang bersiaga. Selain itu, untuk pengawasan jalan tol terus dilakukan dengan kamera CCTV.
(izz)
Lihat Juga :