Kemen PU percepat pembangunan Trans Jawa
Jum'at, 28 Maret 2014 - 16:06 WIB
Kemen PU percepat pembangunan Trans Jawa
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum RI saat ini tengah melakukan percepatan dalam pembangunan jalan tol lintas Jawa (Trans Jawa) guna mengurangi beban jalur Pantai Utara (Pantura) sebesar 50 persen.
"Palimanan- Cikampek diharapkan tahun depan selesai. Kalau itu selesai, beban Pantura akan berkurang 50 persen," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI Hermanto Dardak, di Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Menurutnya, jika tol Palimanan-Cikampek selesai maka beban Pantura secara signifikan akan pindah kesana. Karena truk-truk besar otomatis pindah ke sana. Dana anggaran yang disediakan untuk rehabilitasi jalur Pantura adalah sebesar Rp1 triliun.
Ia juga mengatakan, pihaknya mendanai anggaran untuk rehabilitas jalur Pantura sebesar Rp1 triliun. "Jalur Pantura sendiri dirancang dengan umur atau masa pakai 10 tahun. Perbaikan per tahun, Rp1 triliun lebih untuk pemeliharaan, konstruksi, dan rehabalitas," paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, unsur paling besar yang membuat jalur Pantura rusak adalah truk yang membawa beban melebihi kapasitas yang diizinkan.
"Beban utama yang buat Pantura rusak itu truk. Kenyataannya truk hanya diizinkan 10 ton tapi dia angkut lebih dari 40 ton. Sehingga daya rusaknya 16 kali. Kalau terus terjadi, umur aspal tidak akan bertahan lama," ujarnya.
Hingga saat ini, pengerjaan konstruksi ruas tol Palimanan-Cikampek yang dilakukan Kementerian PU telah mencapai 20 persen. Setelah itu selesai, maka target pembangunan selanjutnya adalah ruas tol Pejagan-Malang.
"Palimanan- Cikampek diharapkan tahun depan selesai. Kalau itu selesai, beban Pantura akan berkurang 50 persen," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI Hermanto Dardak, di Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Menurutnya, jika tol Palimanan-Cikampek selesai maka beban Pantura secara signifikan akan pindah kesana. Karena truk-truk besar otomatis pindah ke sana. Dana anggaran yang disediakan untuk rehabilitasi jalur Pantura adalah sebesar Rp1 triliun.
Ia juga mengatakan, pihaknya mendanai anggaran untuk rehabilitas jalur Pantura sebesar Rp1 triliun. "Jalur Pantura sendiri dirancang dengan umur atau masa pakai 10 tahun. Perbaikan per tahun, Rp1 triliun lebih untuk pemeliharaan, konstruksi, dan rehabalitas," paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, unsur paling besar yang membuat jalur Pantura rusak adalah truk yang membawa beban melebihi kapasitas yang diizinkan.
"Beban utama yang buat Pantura rusak itu truk. Kenyataannya truk hanya diizinkan 10 ton tapi dia angkut lebih dari 40 ton. Sehingga daya rusaknya 16 kali. Kalau terus terjadi, umur aspal tidak akan bertahan lama," ujarnya.
Hingga saat ini, pengerjaan konstruksi ruas tol Palimanan-Cikampek yang dilakukan Kementerian PU telah mencapai 20 persen. Setelah itu selesai, maka target pembangunan selanjutnya adalah ruas tol Pejagan-Malang.
(gpr)
Lihat Juga :