Hipmi minta tunda kenaikan TDL
Jum'at, 28 Maret 2014 - 17:48 WIB
Hipmi minta tunda kenaikan TDL
A
A
A
Sindonews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY berharap kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listri bagi industri ditunda.
Kebijakan ini akan memberatkan pelaku usaha, dan bisa mengancam eksistensi pengusaha yang akan bangkit. "Kenaikan ini harus ditinjau, karena sangat membebani pengusaha kecil," kata Ketua Hipmi DIY, Lilik Syaiful Ahmad, Jumat (28/3/2014).
Listrik, kata dia, telah menjadi variable pokok dan masuk dalam biaya produksi. Sehingga ketika traifnya akan naik, secara otomatis biaya juga akan membengkak. Padahal tingkat keuntungan yang diperoleh pengusaha stagnan. Bahkan dengan kondisi ekonomi yang fluktuatif, biaya bahan baku lainnya juga rentan ikut naik.
Kenaikan harga listrik, tidak bisa serta merta diikuti dengan kenaikan harga penjualan. Justru kenaikan harga produk, akan berdmpak terhadap penurunan omzet penjualan. Jika ini terjadi, pengusaha pasti akan rugi, dan bisa berdampak pajang terhadp ketenagakerjaan.
"Kita repot, kalau naik terus bisa ada PHK karena untu menghemat biaya produksi," pungkas Lilik.
Kebijakan ini akan memberatkan pelaku usaha, dan bisa mengancam eksistensi pengusaha yang akan bangkit. "Kenaikan ini harus ditinjau, karena sangat membebani pengusaha kecil," kata Ketua Hipmi DIY, Lilik Syaiful Ahmad, Jumat (28/3/2014).
Listrik, kata dia, telah menjadi variable pokok dan masuk dalam biaya produksi. Sehingga ketika traifnya akan naik, secara otomatis biaya juga akan membengkak. Padahal tingkat keuntungan yang diperoleh pengusaha stagnan. Bahkan dengan kondisi ekonomi yang fluktuatif, biaya bahan baku lainnya juga rentan ikut naik.
Kenaikan harga listrik, tidak bisa serta merta diikuti dengan kenaikan harga penjualan. Justru kenaikan harga produk, akan berdmpak terhadap penurunan omzet penjualan. Jika ini terjadi, pengusaha pasti akan rugi, dan bisa berdampak pajang terhadp ketenagakerjaan.
"Kita repot, kalau naik terus bisa ada PHK karena untu menghemat biaya produksi," pungkas Lilik.
(izz)
Lihat Juga :