Acset incar pendapatan tahun ini Rp1,3 T
Senin, 31 Maret 2014 - 17:05 WIB
Acset incar pendapatan tahun ini Rp1,3 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) pada tahun ini menngincar pendapatan sebesar Rp1,3 triliun atau naik sebesar 28,7 persen dari pendapatan 2013 sebesar Rp1,01 triliun.
Sekretaris Perusahaan ACST Any Setyowati mengatakan, laba bersih 2014 ditargetkan sebesar Rp121,5 miliar atau naik sebesar 21,5 persen dari realisasi 2013 sebesar Rp100 miliar.
Sementara pada tahun lalu, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih pada 2013 sebesar 90 persen menjadi Rp100 miliar atau tumbuh 88,7 persen dari perolehan laba bersih 2012 sebesar Rp53 miliar. Adapun, pendapatan naik 99,85 persen menjadi Rp1,01 triliun dari Rp669,9 miliar.
“Perseroan juga telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp1,6 triliun untuk periode Januari sampai Desember 2013,” kata dia.
Any mengungkapkan, pendapatan perseroan pada tahun lalu disokong oleh dua segmen bisnis ACST, yakni jasa usaha konstruksi dan jasa usaha pondasi. Menurut dia, jasa usaha konstruksi menyumbang sebesar 63 persen dan jasa usaha pondasi sebesar 37 persen dari total pendapatan ACST.
Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, perseroan juga bernita membentuk entitas baru. Direktur Keuangan Acset Indonusa Agustinus Hambadi menuturkan, perseroan berencana membentuk entitas usaha baru di bidang penyewaan alat berat. Perseroan saat ini masih melihat adanya peluang di bidang tersebut untuk alat-alat tertentu, sehingga pihaknya tertarik untuk membentuk anak usaha ini.
“Besarnya potensi dan masih sedikitnya perusahaan yang menekuni bisnis ini menjadi salah satu alasan Acset untuk segera memulai bisnis penyewaan alat berat,” ujar dia.
Sekretaris Perusahaan ACST Any Setyowati mengatakan, laba bersih 2014 ditargetkan sebesar Rp121,5 miliar atau naik sebesar 21,5 persen dari realisasi 2013 sebesar Rp100 miliar.
Sementara pada tahun lalu, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih pada 2013 sebesar 90 persen menjadi Rp100 miliar atau tumbuh 88,7 persen dari perolehan laba bersih 2012 sebesar Rp53 miliar. Adapun, pendapatan naik 99,85 persen menjadi Rp1,01 triliun dari Rp669,9 miliar.
“Perseroan juga telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp1,6 triliun untuk periode Januari sampai Desember 2013,” kata dia.
Any mengungkapkan, pendapatan perseroan pada tahun lalu disokong oleh dua segmen bisnis ACST, yakni jasa usaha konstruksi dan jasa usaha pondasi. Menurut dia, jasa usaha konstruksi menyumbang sebesar 63 persen dan jasa usaha pondasi sebesar 37 persen dari total pendapatan ACST.
Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, perseroan juga bernita membentuk entitas baru. Direktur Keuangan Acset Indonusa Agustinus Hambadi menuturkan, perseroan berencana membentuk entitas usaha baru di bidang penyewaan alat berat. Perseroan saat ini masih melihat adanya peluang di bidang tersebut untuk alat-alat tertentu, sehingga pihaknya tertarik untuk membentuk anak usaha ini.
“Besarnya potensi dan masih sedikitnya perusahaan yang menekuni bisnis ini menjadi salah satu alasan Acset untuk segera memulai bisnis penyewaan alat berat,” ujar dia.
(rna)