Pemilu lancar, ekonomi RI akan lebih baik lagi
Selasa, 01 April 2014 - 11:05 WIB
Pemilu lancar, ekonomi RI akan lebih baik lagi
A
A
A
Sindonews.com - Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah mengemukakan, meskipun sejumlah negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, termasuk negara-negara Eropa, RRT, Jepang dan India, Indonesia justru sebaliknya mengalami pertumbuhan yang mencengangkan.
Firmanzah menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan industri non-migas Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan PDB nasional.
Pada 2011, industri non-migas tumbuh 6,74 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 6,49 persen. Sementara pada tahun 2012, industri non-migas tumbuh 6,42 persen dan lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nasional sebesar 6,26 persen. Adapun pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi non-migas tumbuh sebesar 6,1 persen sementara PDB tumbuh 5,78 persen.
“Dengan mempertahankan trend positif seperti ini, saya percaya dalam waktu yang tidak lama lagi, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi berbasis industri yang terkemuka di kawasan Asia Pasifik,” kata Firmanzah dilansir dari situs Setkab, Selasa (1/4/2014).
Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu bahkan optimistis, dengan melihat faktor fundamentalnya, ekonomi Indonesia bisa terakselerasi lagi dalam lima tahun ke depan.
“Saya yakin kita bisa lebih jauh lagi, dan bisa terhindar dari midle income trap (jebakan negara berpendapatan menengah), karena fakta menunjukkan sejumlah negara maju bisa keluar dari negara berpendapatan menengah karena ditopang oleh industrialisasi yang kuat,” kata Firmanzah.
Firmanzah menyebutkan, apa yang dialami oleh negara-negara maju itu juga terjadi di Indonesia saat ini, yaitu mengarah ke penguatan negara industri, khususnyajika melihat trend tiga tahun terakhir.
Pakar ekonomi ini mengingatkan adanya beberapa faktor yang harus dilakukan, jika bangsa Indonesia ingin meninggalkan midle income trap, di antaranya:
1. Iklim investasi harus dijaga dan ditingkatkan.
2. Investasi di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) harus juga terus ditingkatkan.
3. Sinergi antara lembaga riset dan industri harus terus ditingkatkan agar pemanfaatan teknologi untuk menopang proses produksi yang lebih berdaya saing.
4. Aspek-aspek kelembagaan harus terus ditingkatkan, high cost economi harus semakin dikurangi.
“Lepas dari itu semua, stabilitas politik, keamanan harus terus dijaga karena Pemilu 2014 ini akan sangat menentukan pembangunan Indonesia dalam 5 tahun, 10 tahun, bahkan 15 tahun ke depan,” papar Firmanzah.
Firmanzah menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan industri non-migas Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan PDB nasional.
Pada 2011, industri non-migas tumbuh 6,74 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 6,49 persen. Sementara pada tahun 2012, industri non-migas tumbuh 6,42 persen dan lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nasional sebesar 6,26 persen. Adapun pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi non-migas tumbuh sebesar 6,1 persen sementara PDB tumbuh 5,78 persen.
“Dengan mempertahankan trend positif seperti ini, saya percaya dalam waktu yang tidak lama lagi, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi berbasis industri yang terkemuka di kawasan Asia Pasifik,” kata Firmanzah dilansir dari situs Setkab, Selasa (1/4/2014).
Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu bahkan optimistis, dengan melihat faktor fundamentalnya, ekonomi Indonesia bisa terakselerasi lagi dalam lima tahun ke depan.
“Saya yakin kita bisa lebih jauh lagi, dan bisa terhindar dari midle income trap (jebakan negara berpendapatan menengah), karena fakta menunjukkan sejumlah negara maju bisa keluar dari negara berpendapatan menengah karena ditopang oleh industrialisasi yang kuat,” kata Firmanzah.
Firmanzah menyebutkan, apa yang dialami oleh negara-negara maju itu juga terjadi di Indonesia saat ini, yaitu mengarah ke penguatan negara industri, khususnyajika melihat trend tiga tahun terakhir.
Pakar ekonomi ini mengingatkan adanya beberapa faktor yang harus dilakukan, jika bangsa Indonesia ingin meninggalkan midle income trap, di antaranya:
1. Iklim investasi harus dijaga dan ditingkatkan.
2. Investasi di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) harus juga terus ditingkatkan.
3. Sinergi antara lembaga riset dan industri harus terus ditingkatkan agar pemanfaatan teknologi untuk menopang proses produksi yang lebih berdaya saing.
4. Aspek-aspek kelembagaan harus terus ditingkatkan, high cost economi harus semakin dikurangi.
“Lepas dari itu semua, stabilitas politik, keamanan harus terus dijaga karena Pemilu 2014 ini akan sangat menentukan pembangunan Indonesia dalam 5 tahun, 10 tahun, bahkan 15 tahun ke depan,” papar Firmanzah.
(gpr)
Lihat Juga :