Harga minyak di perdagangan Asia merosot

Selasa, 01 April 2014 - 12:37 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia merosot
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini merosot, karena adanya laporan atas penarikan sebagian pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina yang menimbulkan harapan pelonggaran terburuk di Timur-Barat sejak perang dingin.

Seperti dikutip dari AFP, Selasa (1/4/2014), New York West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 24 sen menjadi USD101,34 per barel pada pertengahan perdagangan Asia pagi ini dan minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Mei, turun 13 sen menjadi USD107,63.

Juru bicara Staf Kementerian Pertahanan Ukraina Oleksiy Dmytrashkivskiy kepada AFP Senin mengatakan, Rusia telah menarik pasukannya secara bertahap dari perbatasannya.

Amerika Serikat mengatakan akan menyambut setiap langkah Rusia untuk menarik pasukannya kembali, tapi tidak mengonfirmasi laporan bahwa Moskow telah mulai melakukannya.

Kenny Kan, analis pasar di CMC Markets di Singapura mengatakan, penarikan pasukan yang dilaporkan Kremlin telah mereda kekhawatiran tentang konflik militer penuh antara Rusia dan Ukraina, yang akan menyebabkan harga minyak melambung.

"Ketegangan geopolitik mungkin akan mengurangi premi risiko yang sebelumnya telah dipatok pada harga minyak," kata Kan kepada AFP.

Rusia menyediakan sekitar seperempat dari pasokan gas alam di Eropa, dengan sekitar 80 persen dari mereka ekspor yang bepergian melalui jaringan pipa di Ukraina.

Pasukan Rusia yang berkumpul di perbatasan timur Ukraina, memicu kekhawatiran tentang rencana Moskow setelah pengambilalihan semenanjung Krimea bulan lalu.

Investor juga mencerna data manufaktur China terbaru yang dirilis hari ini.
Biro Statistik Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa indeks manajer pembelian resmi (PMI) China sebesar 50,3 pada Maret, naik dari 50,2 pada Februari yang merupakan terendah delapan bulan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
39 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved