BI: SDM kunci pertumbuhan ekonomi RI

Kamis, 03 April 2014 - 20:09 WIB
BI: SDM kunci pertumbuhan...
BI: SDM kunci pertumbuhan ekonomi RI
A A A
Sindonenews.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditandai dengan meningkatnya permintaan masyarakat kelas menengah. Hal ini ditandai meningkatnya permintaan barang-barang lebih mutakhir dari sebelumnya.

"Dulu permintaan pangan lebih banyak, sekarang justru permintaan barang-barang seperti mobil, elektronik dan jasa komunikasi mendominasi," kata Direktur Eksekutif bidang Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung di Gedung Bank Indonesia (3/4/2014).

Menurutnya, kebutuhan masyarakat semakin meningkat, namun produk yang dihasilkan Indonesia masih bersifat tradisional.

Dia menjelaskan, ada ketimpangan struktural dari ekonomi Indonesia, yakni produknya yang diinginkan dengan yang diproduksi berbeda. Pasalnya, hal ini menjadi masalah yang sering terjadi, sehingga Indonesia harus impor.

Juda mengatakan, jika keadaannya terus seperti ini maka ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sekitar 5-6 persen dan bisa menimbulkan peningkatan inflasi, current account dan defisit yang melebar. Sehingga ekonomi tidak stabil dan bank sentral harus melakukan stabilisasi dengan menaikkan suku bunga.

Solusinya, lanjut dia, pemerintah dan masyarakat harus lebih kompetitif dan harus memiliki daya saing tinggi dari segi teknologi. Hal tersebut bisa dicapai dengan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Selain itu, SDM berkualitas juga harus mampu berinovasi. Namun, inovasi tergantung pada kualitas tingkat pendidikan. Semakin tinggi kualitas pendidikan maka tingkat inovasinya juga semakin tinggi.

Di samping itu, income per kapita juga turut andil besar dalam ekonomi Indonesia. "Income per kapita sangat bergantung pada tingkat pendidikan, terutama disektor teknik, manufaktur dan kesehatan," ujarnya.

Tingkat pendidikan diyakini bisa menaikkan income per kapita masyarakat Indonesia dan akan menciptakan SDM yang inovatif dan mampu menciptakan konsumsi masyarakat yang positif.

Sehingga, masyarakat Indonesia tidak perlu lagi impor barang-barang dari luar negeri, meskipun sifat masyarakatnya masih terkesan konsumtif.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
57 menit yang lalu
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
1 jam yang lalu
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
1 jam yang lalu
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
2 jam yang lalu
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
3 jam yang lalu
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
11 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved